BERITA UTAMAKRIMINALITAS

Kerugian Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya Menunggu Audit BPK

Sibernas.com, Palembang-Kejati Sumsel masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI, untuk mengetahui berapa kerugian negara atas dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Palembang.

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel Khaidirman mengatakan, pihaknya menunggu hasil audit BPK RI, karena yang mengeluarkan dan menghitung kerugian itu ada di pusat.

“Saat ini penyidik Kejati Sumsel masih terus melakukan pemanggilan saksi-saksi dalam perkara ini,” tegas Khaidirman, Sabtu (27/3/2021).

Dia juga belum mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melihat kerugian negara tersebut.

“Kita tidak bisa menentukan dengan cepat baik tersangka maupun kerugian negara dalam perkara ini, karena ini menyangkut hukum dan kehidupan seseorang kedepannya,” katanya.

Lihat Juga :  Tidak Punya Pekerjaan, Nekat Curi Kabel LRT

Kejati Sumsel telah menetapkan dua tersangka pada kasus proyek pembangunan Masjid Sriwijaya, yakni Eddy Hermanto, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya 2015-2018, dan Kuasa KSO PT Brantas Abipraya Ir Dwi Kridayana.

Pembangunan Masjid Sriwijaya menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel tahun anggaran 2016 hingga 2017 sebesar Rp130 miliar.
Dana tersebut, diperuntukkan untuk penimbunan lokasi serta konstruksi beton sampai atap. Akan tetapi dalam perjalanannya, penyidik mencium adanya kejanggalan yang terjadi.

Pasalnya, dalam penilaian fisik bangunan masjid tersebut, penyidik menduga tidak sesuai dengan nilai kontrak. Saat ini, kondisi pembangunan masjid raya Sriwijaya belum terlihat jelas bentuknya alias terbengkalai. Terlihat hanya beberapa tiang beton saja itupun sudah ditumbuhi ilalang yang menjulang di lokasi proyek.

Lihat Juga :  Tidak Punya Pekerjaan, Nekat Curi Kabel LRT

Editor: Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close