BUDAYA

Kembali Gaungkan Jargon Palembang Kota Venesia Dari Timur

Sibernas.com, Palembang-Julukan Venesia dari Timur menjadi jargon Kota Palembang sejak lama. Dinas Kebudayaan Kota Palembang, kembali memperkenalkan kepada masyarakat dengan menggelar pameran di Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, hingga Januari 2021.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Zanariah mengatakan, penting mengenal Palembang Venesia dari Timur, untuk kembali membangun semangat tetap menjaga kebersihan sungai. Sebagaimana dulu, sungai sangat bersih dan menjadi alat transportasi dan area perdagangan di atasnya.

“Seperti yang kita tahu, Palembang didominasi oleh anak sungai dan muaranya adalah Sungai Musi,” ujar Zanariah, Senin (12/10/2020).

Sejak berabad-abad, Palembang adalah kota dengan ruang air yang dominan. Orang-orang Eropa menyebut Palembang sebagai Venetie van Oost atau Venesia dari Timur.

Sungai Musi membelah Kota Palembang tepat di tengah-tengah. Ratusan sungai membuat kota terpetak serupa mozaik dan daratannya didominasi rawa-rawa. Secara topografis, Palembang adalah kota yang selalu digenangi air.

“Sungai-sungai di Kota Palembang membentuk pemukiman, menjadi pusat aktivitas, merupakan jalur transportasi, juga menggerakkan roda perekonomian. Sungai adalah urat nadi perekonomian Kota Palembang,” katanya.

Zanariah mengatakan, pada pameran Venesia dari Timur ini banyak koleksi peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang ditampilkan. Seperti Tempayan Arak, Kendi Cina, Mukun, Dayung, Kepala Perahu, Miniatur Perahu Kajang, dan miniatur Perahu Tambangan.

“Koleksi yang selama ini kita punya ada juga milik masyarakat. Kita selama ini sudah imbau yang punya peninggalan diharapkan dititipkan di museum,” tambahnya.

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, masyarakat Palembang jangan melewatkan pameran yang dibuka mulai 12 Oktober 2020 – 12 Januari 2021. setiap Senin pukul 13.00 WIB – 15.00 WIB dan Selasa – Minggu 09.00 WIB- 15.00 WIB.

“Ada 700 item peninggalan Bumi Sriwijaya yang bisa dijadikan pengetahuan di museum ini,” katanya.

Lantaran 60 persen topografi Palembang ini adalah sungai dan rawa, maka upaya pemerintah memperbaiki tata lingkungan seperti drainase, kolam retensi harus dilakukan. Selain itu, kebersihan sungai pun harus dilakukan.

“Hal yang sulit adalah mengubah kebiasaan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai,” katanya.

Reporter: Kamayel Ar-Razi
Editor: Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close