SYARIAH

Kaligrafi Arab di MTQH Palembang Lombakan Empat Golongan Khat

SIBERNAS.com, Palembang — Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadist (MTQH) Kota Palembang 2021 menghadirkan seni Kaligrafi Arab (khat) yang memperlombakan empat golongan khat. Yaitu golongan tulisan naskah atau juga disebut tulisan buku, golongan hiasan mushaf, golongan dekorasi dan golongan khat kontemporer.

Diikuti jumlah peserta khat naskah putra tujuh orang dan putri enam orang. Peserta khat dekorasi putra dan putri lima orang. Dengan batasan umur 34 tahun 11 bulan 29 hari per 1 juli 2021.

Pada perlombaan dekorasi yang lebih banyak berperan adalah desain hiasan atau iluminasi. Jadi imajinasi dari kaligrafri dalam memberikan sentuhan seni sangat berperan dominan untuk menjadikan dekorasi yang indah dan serasi. Keserasian dan keindahan di sini mencakup bentuk, corak dan bunga-bunga, penulis akan berusaha memadukan warna yang cocok agar terlihat rapi lebih indah, dan menarik.

Dewan Hakim Perlombaan Khat, Kyai H Ahsanuddin mengatakan pada penulisan khat diberikan waktu berbeda, pada pengerjaan khat dekorasi, hiasan mushab dan kontemporer membutuhkan waktu 8 jam. Lalu khat naskah diberikan waktu 6 jam.

Pada golongan dekorasi dan kontemporer dikerjakan diatas sebuah papan triplek berukuran +-120 cm x 80 cm. Triplek ini sebelum diberikan kepada penulis telah dicat dasar warna putih. Nantinya di atas triplek tersebut akan dihiasi dengan warna-warni dari bentuk mal (Pola) yang telah disiapkan. Sedangkan pada golongan Naskah (tulisan al Qur’an) dan mushab dikerjakan diatas kertas karton.

“Pada perlombaan ini ada ketentuan, di dekorasi tidak di pakai dewani dan farisi. Namun pada naskah yang tidak dipakai yaitu dewani jali dan farisi,”katanya.

Namun yang perlu ditekankan dalam perlombaan MTQ cabang khat Alquran, jelas Ahsanuddin aspek penilaian utama adalah kaidah tulisan yaitu kebenaran huruf dan keserasian. Begitu juga pada dekorasi, keindahan pola dan perpaduan warna dan hiasan-hiasan adalah pelengkap, sedangkan aspek penekanan penilaian adalah kaidah penulisan khat. Kaidah ini mencakup penilaian bentuk dan proporsi huruf, Jarak spasi, letak huruf, keserasian dan komposisi antar huruf. Juga dinilai keindahan khat dan hiasan yang digunakan

“Cara penilaiannya, kita teliti letak kesalahan khoidah dan kekurangan huruf. Jika hal itu salah yah berbahaya karena mempengaruhi nilai. Untuk penulisannya, Dewan hakim yang memilih ayat wajib dan ayat pilihan. terkadang itu ketika menilai, melihat hasilnya bagus benar tetapi harus teliti, jika ada kesalahan huruf dan khoidah sudah mengurangi nilai,”katanya yang sudah 28 tahun jadi Dewan Hakim Khat.

Pada Khat naskah yang paling sulit dari yang lainnya, karena seluruh hurufnya sangat terkait dengan kaidah, harus pas dan tidak boleh salah sedikit pun.

Ia berharap peserta yang nanti memenuhi syarat, tidak hanya sekedar bisa dikirim untuk mewakili provinsi. Namun, juga bisa bersaing dengan perwakilan provinsi.

Reporter : Tri Jumartini

 

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close