PALEMBANG

Kaligrafi 1.000 Pelajar Palembang Untuk Rekor Muri

"Ini adalah revolusi mental untuk mengubah perilaku kita agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan," kata Wali Kota Palembang, H. Harnojoyo.

SIBERNAS.com, Palembang – Sebanyak 1.000 pelajar memadati Benteng Kuto Besak (BKB) dalam rangkaian pemecahan rekor Muri kategori Terbanyak Lomba Kaligrafi Aksara Arab, Sabtu (16 /03/2019). Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kota Palembang Tahun 2019.

Wali Kota Palembang, H. Harnojoyo, berswafoto bersama peserta lomba. Foto: Tri Jumartini

Wali Kota Palembang, H. Harnojoyo, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas Lomba Kaligrafi untuk Pemecahan Rekor Museum Rekor Indoesia (Muri) ini. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hal yang sangat luar biasa.

“Pesan kami, semoga kaligrafi yang dituliskan berisi pesan-pesan dan dapat direalisasikan. Jangan hanya pandai menulisnya, tapi juga bisa melakukannya. Bukan sekadar seremonial pemecahan rekor,” ujarnya.

Harnojoyo mencontohkan, apabila kita dapat menuliskan “kebersihan adalah sebagian dari iman”, maka harus pula mampu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Lihat Juga :  Dapat Nilai Kuning, Pelayanan Publik Pemkot Palembang Kurang Memuaskan

Pada kesempatan itu, Hanojoyo menjelaskan program unggulan Kota Palembang.  Program pertama adalah Salat Subuh Berjemaah. Dia mengajak para pelajar untuk bersama-sama meramaikan masjid dan musala untuk subuh berjemaah.

Program unggulan lainnya adalah gotong-royong. Harnojoyo mengajak seluruh peserta dan undangan yang hadir untuk bersama-sama melaksanakan gerakan gotong-royong.

“Ini adalah revolusi mental untuk mengubah perilaku kita agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Hadir pada pemecahan Rekor Muri tersebut anggota DPR RI, H. Syofwatillah Mohzaib. Sebelum lomba dimulai, Syofwatillah didaulat untuk memeragakan penulisan kaligrafi Arab di hadapan peserta.

Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra)  Setdakot Palembang, H. Riza Fahlevi, mengatakan bahwa ada tiga aksara Arab, yaitu al Ilmu (berilmu) untuk pelajar SD, al Amal (beramal) untuk pelajar SMP, dan al Aqlu (berakal pikiran) untuk Pelajar SMA.

Lihat Juga :  Capaian Vaksin Anak Baru 39%, Ini Penyebabnya!

“Kata motivasi sederhana yang telah dipahami dan diterapkan oleh anak-anak.  Harapan kita, agar anak-anak dapat mensyiarkan semangat dalam membuat kaligrafi aksara Arab seperti ini,” kata Riza, yang juga merupakan ketua pelaksana kegiatan.

Dia juga mengatakan bahwa Pemkot Palembang akan membuat program terobosan pemecahan rekor Muri Aplikasi Siabuh pertama di dunia, sebelum bulan Ramadan .

“Di dalam aplikasi siabuh ada tujuh fitur, yaitu absensi subuh bagi pejabat, PNS, Honda (honor daerah), masyarakat,  dan nanti ada reward umrah di peringkat tertinggi lima besar, Siabuh mart (bagaimana kita membuat sistem ekonomi umat berbasis online) aplikasi sedekah. Artinya, kita bersedekah bisa melalui online untuk anak-anak yatim,” kata Riza.

 

Reporter: Tri Jumartini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *