PENDIDIKAN

Kabar Gembira, Selain Lebih Besar, Gaji Guru Honorer Tidak Lagi Telat

Sibernas.com, Palembang-Nasib guru honorer memang memprihatinkan. Selain gaji yang kecil, gaji guru honorer kerap telat hingga tiga bulan.

Tapi, di tahun 2020 kondisi itu dipastikan tidak terjadi. Pasalnya, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk poin pembayaran gaji guru honorer akan ditambah dari 15 persen menjadi 50 persen.

“Karena dengan 15 persen sering telat, kadang kepala sekolah harus cari dana talangan, kadang pakai uang pribadi dulu itu yang terjadi. Sehingga turunlah kebijakan ini dari Pemrintah Pusat,” ujar Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang Herman Wijaya, Senin (3/2/2020).

Ia mengatakan, berdasarkan hasil rakor di Jakarta pada 28 Januari lalu, bahwa bakal ada perubahan juklas dan juknis dana BOS di tahun 2020.

“Berdasarkan hasil rakor beberapa waktu lalu, Mendikbud akan melakukan perubahan terkait dana BOS di tahun 2020 ini,” jelasnya.

Lihat Juga :  Ajang Bergengsi Siswa SMA Bertalenta, AHM Best Student 2022 Dimulai

Terutama untuk anggaran dana pembiayaan atau pembayaran guru honorer yang melalui dana BOS akan diperbesar lagi porsinya. Rencananya, kata Herman, dana untuk pembayaran guru honorer akan diperbesar menjadi 50 persen alokasinya dari dana BOS.

“Selama ini kan hanya 15 persen untuk sekolah negeri dan 13 persen untuk sekolah swasta. Kedepan berdasarkan wacana dari kementerian akan disamakan 50 persen porsinya dari dana BOS,” jelas dia.

Sehingga, kata dia, akan ada keluluasaan untuk pembayaran guru honorer sehingga tidak lagi menunggak atau pun kepala sekolah harus nombok terlebih dahulu.

“Selama ini kan kendalanya karena porsinya kecil, jadi banyak yang kekurangan. Jadi porsinya tetap diperbesar sehingga pembayaran guru honorer ini tidak lagi terkendala,” ungkap Herman.

Sedangkan untuk peruntukan lainnya seperti pembelian alat-alat sarana dan prasarana, rehab dan lain sebagainya tidak diatur secara persentase melainkan digunakan sesuai kebutuhan.

Lihat Juga :  Universitas Tridinanti Palembang Gelar Pemeriksaan Kesehatan Penyakit Tidak Menular

“Misal sekolah butuh lima komputer silakan beli tapi sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Namun, kata dia untuk pengawasan dan laporan akan tetap dipantau.

“Nantinya juga dana ini akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing sekolah dari pusat tidak lagi melalui pemerintah daerah. Begitu juga pengawasannya dan laporan setiap sekolah juga melalui online e-laporan dan kita hanya menerima tembusannya saja,” tegasnya.

Tambah Herman, wacana ini akan diberlakukan tahun 2020 ini sesuai dengan intruksi atau kebijakan Pemerintah Pusat.

“Kita belum tahu kapan pastinya sesuai rakor kemarin ini akan diberlakukan pada tahun ini, kita tunggu saja,” tegas Herman.

Ia berharap dengan adanya perubahan ini dapat lebih efisien dan lebih baik lagi.

“Tentu kita sangat mendukung dan hal ini sangat baik sehingga pembayaran guri honorer dapat berjalan lancar,” pungkasnya.

Reporter : Sugi
Editor : Zahid Blandino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *