NASIONAL

#JUSTICEFORAUDREY, KEADILAN BAGI AUDREY

SIBERNAS.com, Pontianak – Lagi, kasus bullying di kalangan pelajar. Warga net beramai-ramai membuat  hastag #JusticeForAudrey dalam kasus pengeroyokan terhadap seorang pelajar SMP. Ini menyita perhatian dari banyaknya pengguna internet baik pengguna Instagram dan jejaring sosial lainnya. ABZ (15), siswi SMP di Pontianak, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh 12 siswi SMA. Aksi pengeroyokan itu terbilang sadis. Beruntung, aksi brutal itu terlihat warga, yang bergegas melerai. Korban kemudian melapor ke Polresta Pontianak. Saat ini korban sedang dirawat intensif di rumah sakit Pontianak dan megalami trauma baik fisik maupun psikologis.

Pengeroyokan itu terjadi Jumat 29 Maret 2019 sekira pukul 14.30 WIB. Korban yang berada di rumah, dijemput temannya dengan tujuan ke rumah sepupunya yang juga usia ABG. Ada empat remaja perempuan sedang mengikuti saat itu. Tiba di rumah sepupu, korban lantas dibonceng saudaranya itu. Belakangan di tengah jalan, korban dihampiri terduga pelaku, meminta sang sepupu mengarahkan motor ke kawasan Jalan Sulawesi. Korban pun tiba di belakang sebuah bangunan dan mengeroyok pelaku secara brutal.

“Para pelaku membenturkan kepala korban dengan aspal, lalu menendang perut korban berkali-kali, serta dilakukan pencekikan dan penyiraman dengan air secara bergantian,” tulis akun @syarifahmelinda di instagram.

Lihat Juga :  Simak Panduan Kerja New Normal dari Kemenkes

“Dan wajah korban ditendang dengan sendal gunung sehingga terjadi pendarahan dalam hidung korban serta di kepala ada benjolan dan kebanyakan luka dalam,” tambahnya lagi.

Selain itu, pelaku diduga melukai bagian organ intim korban hingga menimbulkan bekas luka. Masalah dipicu dari saling sindir di WhatsApp dan saling berkomentar di media sosial terkait dengan hubungan asmara salah satu pelaku berinisial Da. Da diketahui merupakan pacar dari mantan kekasih kakak perempuan korban.

Polisi menyebut setidaknya ada tiga aktor utama yang dilaporkan korban terkait penganiayaan tersebut. “Ada tiga orang yang dilaporkan oleh korban,” kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Dony, Selasa (9/4/2019). Sementara sembilan orang lainnya, membantu pelaku dalam melancarkan aksinya. Bahkan menurut informasi yang didapat, kepala korban dibenturkan ke aspal.

Kasus ini pun sudah sampai ke telinga Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat yang berharap bahwa kasus ini dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan namun keluarga bersikukuh untuk membawa kasus ini di jalur hukum untuk memberikane fek jera bagi para pelaku. Keluarga korban juga menolak upaya mediasi yang ingin dilakukan oleh para oknum,”saya maafkan dia, anak-anaknya. Tapi untuk proses hukum terus berlanjut.

Lihat Juga :  Simak Panduan Kerja New Normal dari Kemenkes

Dan yang membuat para netizen geram, dalam akun instagram @nblechaaxx yang diduga adalah akun milik pelaku membuat instastory di kantor polisi. Berbagai respon ditunjukkan oleh warga net dari mulai simpati terhadap Audrey maupun mencaci maki para pelaku karena menganggap tidak merasa bersalah.

@Krisna.wardani : Masih sempet ya kamu dek buat boomerang. Gue gak sengaja mencet kamera ada flashnya sewaktu di bis aja langsung merasa malu dan takut. Kebanyakan makan micin ya dek dirumah ? mama papamu nyekolahin kamu biar pinter bukan biar bodoh kelewat bodoh kaya gini. Astaga sakit jiwa kalian ya!!! Yuk kasih semangat buat audrey #justiceforaudrey

@albertus_gunawan : hukum adalah hukum… setiap perbuatan yang melanggar hukum haruslah ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Bukan hanya di Instagram tetapi kini sebuah petisi di change.org, KPAI dan KPPAD, Segera Berikan Keadilan untuk Audrey #JusticeForAudrey! Ada 2.245.834 yang sudah menandatangani petisi ini sebagai bentuk simpati dan kepedulian warganet kepada kasus ini. Seperti dikutip dari berbagai sumber .

 

Editor : Wilda

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close