POLITIK

Jamkrida dan BSB Penyumbang Terbesar Peningkatan Investasi Jangka Panjang

Sibernas.com, Palembang-Investasi jangka panjang di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada tahun 2020 meningkat sebesar 2,98%. Peningkatan tersebut bersumber dari kenaikan nilai investasi pada perusahaan yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, dalam rapat paripurna XXXI dengan agenda ‘Tanggapan dan Jawaban Gubernur Sumsel terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Sumsel Tahun Anggaran 2020’, di Gedung DPRD Sumsel, Jalan POM IX DPRD Provinsi Sumsel, Senin (28/6/2021).

Mawardi menyampaikan jawaban itu menanggapi pemandangan umum dari Fraksi Partai Gerindra. Kata Mawardi, penyumbang kenaikan terbesar investasi jangka panjang ada pada PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) dan PT Bank Sumsel Babel (BSB)

“Terhadap peningkatan nilai aset tetap yang meningkat 35,25%, kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kami harapkan peningkatan aset tersebut dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di masa yang akan datang, dan dapat dipergunakan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat Sumatera Selatan,” kata Mawardi.

Lihat Juga :  Gubernur-DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS Perubahan APBD

Selanjutnya, mengenai peningkatan aset lainnya sebesar 20,23% dari tahun lalu berasal dari penambahan aset tak berwujud, dan aset lain-lain, berupa aset rusak berat, hewan ternak bergulir, aset belum diserahkan ke masyarakat, dan aset peningkatan jalan milik pemerintah daerah lainnya.

Sementara untuk pemandangan umum Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Mawardi mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang disampaikan Fraksi Partai Nasdem terhadap realisasi pendapatan daerah Pemprov Sumsel tahun 2020. Serta dukungan untuk mengawal program pemerintah dalam pembangunan dan perbaikan infrastruktur menuju ‘Sumsel Maju untuk Semua’.

“Terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Daerah Tahun Anggaran 2020. Kami sangat mengharapkan kontribusi DPRD yang konstruktif, baik berupa saran dan rekomendasi dalam rapat komisi demi peningkatan pembangunan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan,” katanya.

Lihat Juga :  Senator Amaliah Sobli Nahkodai Senam Tera Indonesia Sumsel

Kemudian, menanggapi padangan umum Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Mawardi mengungkapkan, terhadap rendahnya realisasi pendapatan tahun 2020, dapat dijelaskan bahwa penyebab rendahnya realisasi pendapatan berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) yang sah dan penerimaan transfer dari Pemerintah Pusat untuk bagi hasil pajak. Untuk penurunan lain-lain PAD yang sah telah dijelaskan saat menjawab pertanyaan dari Fraksi Partai Gerindra.

“Sedangkan terkait realisasi bagi hasil pajak merupakan penerimaan yang bersumber dari penerimaan sektor pertambangan, perkebunan dan kehutanan, serta bagi hasil pajak penghasilan yang mengalami penurunan karena pandemi Covid-19,” paparnya.

Editor: Ferly M

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close