EKONOMIKOLOM

Insentif Pajak, Harapan Baru UMKM di Tengah Pandemi

Penulis :
Ferliansyah
Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya

MEREBAKNYA wabah Corona Virus Disease 2019 atau disingkat Covid-19
di Indonesia, sejak awal Maret lalu, tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan semata, tetapi turut merambat pada berbagai masalah sosial-ekonomi di masyarakat.

Kebijakan dan protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah membuat aktivitas sosial-ekonomi menjadi terbatas. Kegiatan perekonomian pun tidak luput dari dampak diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun Social Distancing.

Dari sisi ekonomi, kebijakan tersebut mengakibatkan dampak yang sistemik. Turunnya tingkat konsumsi dan daya beli menyebabkan pendapatan kian merosot. Tak heran jika beberapa bulan terakhir, tingkat ekonomi Indonesia mengalami perlambatan. Goncangan ekonomi inilah yang menjadikan Covid-19 sebagai Black Swan, atau peristiwa yang terjadi di luar dugaan dan menimbulkan kegemparan pada perekonomian nasional.

Ancaman terjadinya resesi ekonomi pun terus menghantui. Bahkan, Unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini menjadi sektor andalan perekonomian nasional pun mulai mengkhawatirkan. UMKM merupakan satu dari sekian banyak sektor ekonomi yang terpukul akibat merebaknya Covid-19.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) mengungkapkan terdapat 72 persen dari total pelaku UMKM diperkirakan terdampak Covid-19. Dampak yang dialami oleh UMKM itu pun beragam, mulai dari pemberhentian operasional usaha, penurunan income dan omzet, pemutusan kerja sama bisnis, kredit macet, hingga sulitnya akses permodalan. Padahal, UMKM sendiri memiliki kontribusi tertinggi bagi perekonomian nasional.

Pada tahun 2018, berdasarkan laporan Menkop diketahui bahwa jumlah pelaku UMKM mencapai 64.194.057 unit, meningkat 2,02% dari tahun sebelumnya. Pada tahun yang sama, UMKM juga mampu mencapai pangsa pasar 99% dari total keseluruhan sektor usaha di tanah air. Tidak heran jika UMKM memiliki kontribusi tertinggi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yaitu mencapai 60 persen pada tahun 2019. Sehingga, penting bagi pemerintah untuk mampu menjaga kestabilan ekonomi pada sektor UMKM di tengah merebaknya Covid-19.

Lihat Juga :  Pandemi Buat Penjualan Gas PGN Anjlok

Insentif perpajakan ikut
menanggapi ancaman yang dapat melanda para pelaku Usaha Kecil dan Menengah. Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan kembali menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 44 Tahun 2020 tentang insentif pajak untuk wajib pajak yang terdampak pandemi Corona Virus Disease 2019.

Peraturan ini menjadi salah satu upaya pemerintah dan Dirjen Pajak dalam menjaga penerimaan perpajakan serta menjaga stabilitas dan pemulihan perekonomian nasional, terutama di sektor UMKM. Insentif pajak yang diberikan, yakni berkenaan dengan Pajak Penghasilan (PPh) Final. Insentif ini diberikan sebesar 0,5 persen dari total omzet selama satu bulan. PPh final yang harusnya dibayar oleh pelaku UMKM akan ditanggung oleh pemerintah, bagi mereka yang memiliki rata-rata omzet maksimal Rp4,8 miliar per tahun.

Dengan demikian, pelaku UMKM yang memenuhi syarat tersebut tidak perlu lagi untuk membayar kewajiban pajaknya, karena PPh Final yang harusnya dibayarkan telah menjadi PPh Final Ditanggung Pemerintah (DTP). Pemberian insentif ini akan berlangsung hingga 6 bulan ke depan, dimulai dari bulan April hingga September mendatang. Jumlah insentif yang dialokasikan bagi UMKM pun mencapai Rp2,4 triliun sebagai insentif PPh Final DTP.

Pemberian insentif perpajakan tidak hanya menjadi upaya dalam meningkatkan pendapatan dan penerimaan pajak UMKM. Tetapi, sebagai upaya dalam membantu UMKM agar dapat bertahan di tengah kondisi pandemi Covid-19. Kebijakan insentif perpajakan ini menjadi angin segar bagi pelaku UMKM.

Pasalnya, mereka tidak lagi merasa terbebani dari kewajiban pajak di tengah himpitan ekonomi akibat penurunan daya beli dan pendapatan. Tidak hanya itu, insentif pajak juga menjadi harapan bagi pelaku UMKM untuk dapat terus bertahan dan memberikan kontribusi bagi perekonomian. Kebijakan ini dapat menjadikan masa sulit di tengah pandemi Covid-19 dirasa lebih ringan. Gotong royong dan kerja sama yang baik dari berbagai pihak, diharapkan membuat Indonesia mampu bertahan di tengah terjangan pandemi Covid-19.

Lihat Juga :  Pandemi Buat Penjualan Gas PGN Anjlok

Adanya kesadaran akan peran dan kontribusi UMKM terhadap perekonomian inilah yang akhirnya membuat pemerintah dan Dirjen Pajak memberikan keringanan perpajakan bagi pelaku UMKM. Pada April lalu, insentif pajak DTP telah diberikan kepada lebih dari 200 ribu UMKM.

Disamping itu, lebih dari 2,3 juta wajib pajak UMKM telah membayar PPh final. Meskipun masih terbilang sedikit dibandingkan dengan total unit UMKM yang mencapai 60 juta, diharapkan dengan adanya bantuan insentif ini dapat turut meningkatkan partisipasi pajak dari kalangan UMKM.

Secara eksplisit, Dirjen Pajak memiliki visi dan misi sebagai institusi perhimpunan penerimaan negara serta mengumpulkan penerimaan pajak sukarela yang tinggi dan berkeadilan. Kebijakan pemberian insentif perpajakan telah sejalan dengan tugas dan fungsi Dirjen Pajak. Kebijakan ini juga menjadi bentuk penyesuaian terhadap kondisi ekonomi nasional di tengah Covid-19 dalam menyelenggaraan kegiatan perpajakan.

Insentif perpajakan justru menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga kestabilan perekonomian nasional. Gotong royong dalam pembangunan nasional erat kaitannya dengan kontribusi masyarakat terhadap kewajiban perpajakan. Ekonomi yang stabil dan terus tumbuh menjadi potensi penerimaan pajak yang optimal.

Akan tetapi, gangguan dan ketidakstabilan dalam perekonomian harus ditopang oleh berbagai bentuk kebijakan perpajakan dari pemerintah melalui Dirjen Pajak dan Menteri Keuangan. Hal tersebut guna membantu pemulihan dan menjaga stabilitas ekonomi. Karena itu, insentif pajak menunjukkan cerminan perpajakan Indonesia yang mampu beradaptasi dan diharapkan mampu mendukung perbaikan maupun pemulihan kondisi perekonomian di tengah Covid-19. (*).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close