SYARIAH

Imbauan FUI Sumsel Terkait Polemik Pembagian Sembako

Sibernas.com, Palembang-Belum lama ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menebar ancaman bagi siapa pun yang bermain-main pada dana bencana Pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19 akan diancam hukuman mati.

Ternyata di Kota Palembang pada, Kamis (23/4/2020) Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda menemukan kejanggalan paket sembako yang akan dibagikan ke warga yang terdampak pandemi Covid-19 di Jalan Ki Merogan, Kelurahan Kertapati, Kecamatan Kertapati Palembang, di lingkungan RT 26 RW 05, yang diduga dilakukan oleh petugas oknum bulog.

Hal miris tersebut mendapat reaksi beras dari Ketua Forum Ulama Indonesia (FUI) Sumatera Selatan Ustaz Drs H Umar Said, Rabu (29/4/2020).

Menurutnya, di tengah Pandemi Covid-19 ini masyarakat bahu membahu saling bantu, masih ada saja yang ingin melakukan hal tak terpuji.

“Kalau itu benar dikurangi dan tak dibagi lagi, itu namanya khianat. Kami ingatkan dan himbau kepada Pemerintah Kota Palembang agar mengawasi pendistribusian paket sembako ke masyarakat terdampak covid-19,” tegasnya.

Menurut Ustaz Umar Said, jika memang ada miss komunikasi dan pembagian sembako dibagi dalam dua tahap mungkin bisa saja diterima masyarakat. Tapi apakah dengan dibagi dua kali dapat memperlambat distribusi paket sembako? Dan tentu hal tersebut sangat tak efisien.

Lihat Juga :  Live Music Saat PSBB, Pemkot : Dilakukan di Kediaman Pribadi

Ia menyarankan agar paket sembako diberikan sekaligus atau tidak dipotong-potong karena beban pembagian juga akan memakan waktu dan tenaga.

“Kalau bisa bagi semua, ya bagi saja, kenapa harus dua kali, kan tak efisien. Misalnya bantuan sembako itu kalau diuangkan Rp200.000, ya berikan. Kalau diberi Rp150.000 itu pengkhianatan, tidak boleh itu,” terangnya.

Untuk diketahui, pada saat pembagian paket sembako di kawasan Kertapati Palembang tersebut, saat itu Wawako yang ingin langsung memberikan bantuan paket sembako dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bagi warganya ini, sedikit menaruh rasa curiga, lantaran paket yang akan dibagikan sedikit berukuran lebih kecil.

Rasa curiga Fitri pun terbukti, saat membuka paket sembako yang masih tersegel berwarna hijau tersebut, paket beras 10kg hanya berisi 5kg, dan minyak 2kg hanya diisi 1kg, sedangkan untuk terigu 1kg dan gula 2kg sesuai isinya. Bahkan saat itu Fitri, sempat memarahi petugas.

Lihat Juga :  Siswa Kembali Belajar di Rumah Hingga 13 Juli 2020

“Awas jangan main main,” katanya.

Petugas yang diketahui dari Bulog inipun cepat bergegas untuk mengkonfirmasi temuan itu, beras 10kg dan minyak 2kg tersebut memang diberikan secara terpisah di luar paket yang seharusnya dalam satu wadah yang akan dibagikan.

Fitri menegaskan, mereka yang mendapatkan bantuan paket sembako yang terkena dampak Virus Corona ini merata, terlebih data baru menunjukan banyak warga yang terdampak masuk dalam katagori miskin baru (misbar).

“Warga harus pastikan paket yang diterima itu harus beras berisi 10kg, minyak 2kg, terigu 1kg, dan gula 2kg, setelah itu baru tanda tangan, kalua kurang jangan mau,” tegasnya.

Fitri juga mengingatkan, pembagian sembako harus tepat sasaran, dan tidak boleh double. Setelah membagikan paket sembako di Kelurahan Kertapati, Fitri langsung bertolak untuk membagikan paket sembako yang serupa di Kelurahan 1 Ulu.

Reporter : Sugiarto
Editor : Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close