KOLOM

Harta Dan Anak Adalah Ujian

 Oleh: Zul Mulkan [ Pemimpin Perusahaan Sibernas.com ]

Suatu hari suara gaduh terjadi di rumah seorang sahabat. Saya hanya mendengar bahwa yang diperdebatkan kelaurga itu, adalah soal orangtua mereka yang kini dalam kondisi terkulai sakit karena terkena struk. Sebelah badannya dalam kondisi lemah tak berdaya.

Pria setengah baya itu, memang baru saja mengalami kondisi yang sangat memprihatinkan. Istrinya, seperti tak rela, dan anak-anaknya pun merasa kenyataan ini sebagai suatu pukulan berat, diantara adik-adik pria itu pun tak bisa menerima kenyataan ini.

Ketika diawal peristiwa mereka semua seperti terperanjat. Bingung entah apa yang akan diperbuat untuk membantu orangtua mereka ini. Hari demi hari  kondisi pria itu telah menjadi beban bagi keluragnya.  Ungkapan menyedihkan sesekali keluarga dari istri ataupun adik-adiknya yang merasa berat untuk membantu seorang yang dalam kondisi sakit yang dialaminya.

Saya melihat dari kejauhan, mata lelaki itu menerawang jauh. Sesekali dia menghusap pipinya. Air mata sedih pun tak bisa lagi dibendung. Ingin rasanya dia menggerakkan tangan dan kakinya, namun apadaya penyakit struk yang dialaminya membuat sebelah badannya tak berdaya.

Begitulah secuil episode kisah sebuah keluarga. Keluarga sebagaimana yang kita ketahui adalah tumpuan hati. Bahkan sebuah hadist Rasulullah menyebutkan,”Rumahku adalah sorgaku.” Bagi pria itu kenyataan ini seperti tiada makna lagi. Semua orang di rumah sibuk mengerjakan pekerjaannya sendiri-sendiri. Seorang pria yang mengalami sakit hanya bisa merenungi dan mengadukan nasibnya kepada Allah SWT.

Ikhtibar yang dapat kita jadikan sebagai cemeti, adalah bagaimana kita tak dapat terlalu berharap kepada manusia – seperti keluarga dan sanak saudara ataupun sahabat sejati sekalipun –sebab mereka semua adalah juga manusia yang memiliki kesibukan dengan pekerjaann dunianya sendiri. Tanpa ingin menyebut bahwa kisah ini berlaku sama semua orang, tetapi kondisi seperti ini sewaktu-waktu dapat menimpa anak manusia.

Kita baru ingat bahwa , istilah anak dan istri serta bisa jadi sebagai fitnah, kenyataan itu dapat terjadi pada siapapun. Firman Allah  SWT;” Harta dan anak kalian merupakan ujian keimanan bagi kalian di dunia….(QS. At Taghaabun: 15). Oleh karena itu, hanya diri kalian sajalah yang bisa menyelamatkan atau menolong dari kondisi apapun di dunia dan akhirat.

Mengingatkan kita , mengingat lima perkara, yang salah satunya, ingatlah,  laksanakan, tunaikan dan lakukan sekuat tenaga seluruh perintah Allah, saat kami sebeluam sakit, karena bisajadi peristiwa ini akan hadir di hadapan kita, Bila sakit telah datang, banyak pekerjaan ibadah yang tak mampu lagi dilakukan.

Maka, sebaiknya  apa yang dikemukakan oleh Ulama Saudi Arabia Syekh. DR Aid Al Qorni, dalam buku La Tahzan, bahwa  berkualitaslah kalian hari ini dalam keseluruhan ibadah. Jangan tunggu esok lusa, karena esok lusa itu adalah ghoib yang belum tentu menjadi milik kita. Lakukanlah hari ini semua ibadah agar tak ada poenyesalan dikemudian hari.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *