EKONOMI

Harga Gabah di Indramayu Cuma Rp 3.800

SIBERNAS.com, INDRAMAYU – Seiringnya masa panen raya harga gaba semakin murah, pada saat ini memasuki panen raya harga gabah di indramayu hanya Rp 3.800 per Kg.

Saat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menghadiri prosesi panen perdana gabah di Desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Kamis (4/4). Dia meminta kepada seluruh elemen untuk dapat menyerap gabah petani dan membelinya tidak di bawah harga Rp 4.070 per kilogram. Diketahui, harga gabah di wilayah tersebut berkisar Rp 3.800 per kilogram.

Berdasarkan keterangan Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, harga tersebut bertahan sejak Januari hingga April tahun ini. Menurut Amran, harga tersebut belum relevan dan tidak sesuai sebagaimana instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015 mengenai harga pembelian pemerintah (HPP).

“Ini sudah instruksi Presiden kalau ada yang beli di bawah harga Rp 4.070 per kilogram tolong adukan ke saya di Jakarta,” kata Amran di Kabupaten Indramayu, Kamis (4/4).

Lihat Juga :  Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, Pemkot Palembang Gelar Pasar Murah

Terkait dengan ongkos produksi gabah yang dinilai sejumlah kalangan lebih tinggi dibanding HPP yang ditentukan pemerintah, Amran menilai harga pembelian gabah sebesar Rp 4.070 sudah mengimbangi biaya produksi. Menurutnya, petani sudah mendapatkan untung asal harga jual gabah tidak sampai di bawah harga acuan tersebut.

Dengan hasil panen perdana sebesar 45 persen di kabupaten tersebut, Amran meminta kepada Badan Usaha Logistik (Bulog) untuk dapat menyerap keseluruhan hasil panen. Terkait dengan kuota penyerapan Bulog sebesar 20 persen terhadap hasil panen gabah di wilayah itu, pihaknya mengklaim tidak ada kuota yang ditentukan.

“Kami sudah perintahkan Bulog untuk membeli langsung ke lapangan, beli gabah giling panen, nggak ada batasan,” katanya. Dillansir dari republika.co,(5/4)

Lihat Juga :  Relaksasi Diperpanjang, Cuma Lima Mobil yang Dapat PPnBM 100%

Saat ini Kementan dan  Bulog  dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah melakukan koordinasi  untuk segera menyerap hasil panen. Alasannya, masa-masa tersebut merupakan waktu kritis panen bagi petani padi sebab sudah memasuki panen puncak. Untuk itu pihaknya meminta kepada seluruh pihak untuk tidak merugikan petani dalam hal pembelian hasil panen.

Berbeda dengan hal itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu Takmid mengeluhkan minimnya kuota serapan hasil panen oleh Bulog di wilayahnya. Dari total produksi mencapai 1,5 juta hingga 1,7 juta ton gabah pada panen, Bulog hanya mampu menyerap sebesar 20 persen gabah petani.

 

Editor : Handoko Suprianto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open