PENDIDIKAN

Guru Honorer di Palembang Sebut Kemenpan RB Dzalim

Sibernas.com, Palembang-Terkait rencana Kemenpan RB dan DPR yang akan menghapus tenaga kerja honorer, pegawai tidak tetap serta status kepegawaian lainnya dari tubuh pemerintahan membuat para guru honorer tersakiti.

Apalagi, perjuangan guru honorer yang hingga puluhan tahun mengabdi, bukan diberikan reward malah akan dirumahkan. Kebijakan tersebut dinilai menjadi kebijakan yang dzalim terhadap guru honorer.

Demikian dikatakan oleh Rita Hadi, salah satu guru honorer di SMP Negeri 47 Palembang, Senin (27/1/2020)

“Saya dengar ada isu guru honorer akan dirumahkan, ini sungguh dzalim. Contoh kalau di SMPN 47 Palembang ini ada yang 15 tahun honorer, saya sudah 10 tahun, kemudian tiba-tiba dirumahkan, ini kan dzalim,” tegasnya.

Dikatakannya, perjuangan guru honorer, kalau tidak demi siswa-siswi tentulah pekerjaannya tak sepadan dengan apa yang ia dapat. Apalagi 10 tahun lalu ketika awal menjadi guru honorer yang digaji Rp100.000 setiap bulannya. Dan sampai saat ini hanya Rp300.000 per bulan.

“Untungnya ini ada SK Intensif dari Walikota Rp1 juta. Kalau tidak gimana. Ini ada isu mau dirumahkan. Seharusnya wacana yang benar adalah diangkat PNS tanpa tes karena sudah berjuang puluhan tahun,” jelasnya.

Menurutnya, isu guru honorer akan diangkat juga harus diatur sedemikian rupa. Baik dengan skema, maupun aturan. Sebut saja yang mengabdi 5 tahun, atau 10 tahun atau juga 15 tahun.

Kepala SMP Negeri 47 Palembang Drs Hazairin mengatakan, jika wacana guru honor dirumahkan betuk terjadi maka akan lumpuh pembelajaran di sekolah. Apalagi di sekolahnya ada 9 guru honorer yang mengajar siswa-siswi, dan 29 guru PNS.

“Kalau tak ada guru honorer bisa 30 jam dalam seminggu. Apalagi tahun ini ada juga guru yang pensiun. Ini masih lumayan 9 guru honorer, 29 guru PNS, ada sekolah yang lebih banyak guru honornya,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua PGRI Sumsel H Ahmad Zulinto mendukung penuh protes Ketua PB PGRI Ibu
Unifah Rosyidi mengomentari pernyataan Kemenpan RB bahwa hati-hati mau menghapus guru honorer.

Di Sumsel saja berdasarkan data PGRI ada 98.646 orang dengan berbagai kategori dan jenjang yang berstatus guru honorer. Terbanyak ada di Palembang dengan total guru honorer sebanyak 15.981 guru. Kemudian jika perjenjang, jumlah guru honorer untuk jenjang SD sebanyak 53.508, jenjang SMP 24.441, jenjang SMA 13.355, jenjang SMK 6.910 dan jenjang SLB 490.

Reporter : Sugi
Editor : Zahid Blandino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *