PALEMBANG

Diduga Punya Penyakit Psikopat, Vera Oktaria Selalu Dikejar DP Hingga Ketakutan

SIBERNAS.com – Prada DP terduga pelaku mutliasi Vera Oktaria pernah nekat susul korban hingga ke Bengkulu demi mengemis cinta.

Dugaan DP merupakan pelaku mutilasi Vera Oktaria ini diperkuat setelah dirinya dilaporkan kabur dari Dodiklatpur (Komando Pendidikan dan Latihan Tempur) sejak Sabtu (4/5/2019).

Prada DP pernah nekat susul korban hingga ke Bengkulu demi mengemis cinta.

Terkait kasus pembunuhan ini, terduga pelaku diduga membunuh korban dikarenakan masalah asmara.

Pihak keluarga Vera Oktaria menduga Prada DP mempunyai penyakit Psikopat karena terus-terusan mengejar Vera walaupun sudah ditolak sehingga sampai tega membunuh Alm Vera.

“Memang ada laki-laki yang mencintainya namun Vera menolaknya. Tapi bagi kita hal biasa kalau ditolak itu, herannya ini membunuh adik saya. Jangan-jangan dia ini punya penyakit Psikopat. Wah gawat kalu begitu dikit-dikit ditolak langsung mau ngebunuh,”ujar Firdaus Djailani (Suami dari Kakak perempuan Vera) Kepada Sripoku.com, Senin (13/5/2019).

Dari keterangan Firdaus Ramadhan ini Vera pernah ikut bersamanya selama 2 tahun selepas Vera tamat SMA. Disana Vera juga bekerja dan membantu mengasuh anak dan keponakannya.

Firdaus mengatakan DP pernah nekat datang ke Bengkulu untuk bertemu dengan Vera Oktaria namun suami dari kakak perempuannya itu menolaknya.

“Sekitar setahun lalu DP ini pernah datang ke Bengkulu dan menelpon saya, yang mana ia ingin main kerumah dan bertemu langsung dengan Vera. Namun saya menolaknya karena nada bicara DP tidaklah sopan dalam berkomunikasi lewat telepon,”katanya

Ketika ditanya tentang DP pernah mengajak Vera bertemu dengan orang tua DP (sebelum DP pergi pendidikan) untuk membicarakan hubungan serius antara DP dan Vera, Firdaus membantahnya bahwa tidak ada komunikasi dari keluarga DP untuk membahas hubungan serius tersebut.

“Tidak ada, tidak ada komunikasi tentang hubungan serius antara keduanya. Kalu pacaran kami juga tau dan kami juga menganggap DP dan Vera itu pacaran biasa saja dan kami belum setuju tentang itu. Karena kami mau melihat DP secara mendalam. ,”kata firdaus.

Dugaan ini semakin diperkuat ketika Firdaus mengetahui cerita Vera kepada teman-temannya sebelum meninggal.

“Salah satu teman korban bercerita sebelum Vera meninggal pernah berkata ‘Dari pada dia jatuh ke cowok lain lebih baik aku bunuh’ itu yang dikatakan Vera kepada teman-temannya,” pungkas Firdaus.

Fakta lain diungkap ibu korban, Suhartini (50).

Ia mengatakan bila anaknya memang menjalin hubungan dengan DP sejak masih di bangku SMP. Namun menurut pengakuan sang ibu, hubungan ini telah lama kandas.

Hal ini lantaran DP dikenal memiliki perangai yang kasar dan posesif kepada anaknya. Saking kasarnya, DP bahkan diketahui pernah main tangan dengan korban saat masih pacaran.

“Anak saya pernah dipukul selama mereka pacaran. Dia tidak berani melawan karena tidak ada yang menolong, jadi anak saya tidak mau lagi dengan pacarnya itu,” kata Suhartini.

Akibatnya, korban tak lagi tahan dengan sikap DP kemudian memutuskan untuk tidak lagi berpacaran.Namun menurut pengakuan sang ibu, keputusan anaknya itu tidak diterima baik oleh DP.

DP menjadi posesif dan kerap mencari-cari keberadaan korban. Hal ini membuat Vera sering ketakutan dan gelisah terhadap DP. DP terlihat posesif, terlalu cinta dan cemburuan dengan Vera.

“Vera pernah cerita dengan saya, dirinya tidak mau lagi dengan DP, tetapi DP terus memaksanya. Ini karena DP sering kasar dan main tangan,” katanya.

Aksi kekerasan yang dialami Vera pun, sambung Suhartini, sering terjadi di rumahnya.

“Nah ketika anak saya cerita, saya bilang kepadanya mengapa saat itu dia (Vera-red) tidak berteriak atau menjerit. Tidak bisa mak, jujur di rumah kita ini Vera merasa aman,” katanya.

Lihat Juga :  Capaian Vaksin Anak Baru 39%, Ini Penyebabnya!

Sementara itu dari keterangan kakak perempuan alm Vera Oktaria mengatakan pada saat rabu ketika Vera masuk kerja shift siang dan pulang malam.

Ia sempat menelphone HP adiknya itu namun tidak aktif lagi dan keesokan paginya Ia beserta keluarganya langsung menuju kerumah DP untuk mempertanyakan keberedaan Vera. Namun tak dapat jawaban yang diharapkan.

“Semenjak rabu saat Vera tidak ada kabar keesokkan paginya kami langsung kerumah DP dan menyakakan Vera. Yang ada kami cuma mendapatkan jawaban dari neneknya DP bahwa 3 hari yang lalu DP juga pergi dari pendidikan dan juga tidak tau keberadaannya,”ujar Kakak Perempuan Vera.

Prada DP Tempuh Perjalanan 132 Kilometer Menuju Sungai Lilin Pakai Motor Almarhumah Vera Oktaria

Jejak dan pergerakan Prada DP terus dilacak. Diketaui dia nekat Tempuh Perjalanan 132 Kilometer Menuju Sungai Lilin Pakai Motor Almarhumah Vera Oktaria.

Prada DP yang disebut-sebut terduga pembunuh dan memutilasi Vera Oktaria, petugas kasir minimarket yang ada di Kota Palembang sampai saat ini masih belum ketemu.

Namun dimanakah keberadaan motor matic milik korban Vera Oktaia yang sampai saat ini belum juga ditemukan.

Namun, Atasan tempat Vera bekerja bernama Yeyen mengatakan setiap pergi bekerja Alm. Vera Oktaria menggunakan motor matic yang baru saja dibelinya.

“Kalau dia pergi sih menggunakan motor matic, sepertinya baru karena kondisi motornya masih terlihat bagus dan belum ada plat nomor polisi,”ujarnya kepada Sripoku.com, Selasa (14/5/2019).

Dari keterangan Kakak perempuan Alm. Vera sendiri mengatakan nampaknya motor milik adiknya tersebut dibawa lari oleh Prada DP.

Tentang aksi Prada DP yang melakukan motor Vera Oktaria, disebutkan oleh Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi.

Ia mengatakan diduga Prada DP ketika menuju penginapan yang berada di Sungai Lilin Muba menggunakan motor milik Alm.

Vera Oktaria, yang berjarak 132 kilometer dari Kota Palembang.

“Ketika Prada DP menuju penginapan kecil bernama Sahabat Mulia kesana menggunakan motor milik korban dan diduga masih dibawanya sampai sekarang,”katanya.

Karena dari keterangannya tidak ada motor yang ditemukan pada saat di TKP (Penginapan Sungai Lilin) hanya ada gergaji kecil yang digunakan untuk memotong tangan korban dan barang lainnya.

Ia menambahkan saat ini timgabungan kepolisian Polda Sumsel dan TNI terus mencari keberadaan Prada DP. Dan berharap secepatnya pelaku dapat ditemukan.

Polda Sumsel Periksa 7 Saksi dan Terus Lacak Prada DP

Hingga kini keberadaaan dan jejak Prada DP masih misteri.

Usai memeriksa 7 saksi, maka tim Tim gabungan dari Polda dan Pomdam II Sriwijaya melacak jejak Prada DP, terduga pelaku mutilasi Vera Oktaria.

Disebutkan bahwa jejak Prada DP, teruga pelaku yang melakukan mutilasi terhadap korban Vera Oktraia di sebuah penginapan ini, memang sulit dilacak, lantaran alat komunikasi yang digunakannya pun sulit dilacak.

Tetapi tim gabungan Tim Gabungan Polda dan Pomdam II Sriwijaya terus melakukan pengejaran, karena ada beberapa tempat yang diduga sudah disinggahi terduga pelaku Prada DP dan bersembunyi Datangi Baturaja Hingga Jatim.

Maka itulah, tim gabungan ini, terus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku pembunuh disertai mutilasi yakni terduga Prada DP atas Vera Oktaria ini, memang memiliki beberapa tempat untuk melarikan diri dan bersembunyi.

Meski masih terduga, namun Prada Deri memang menjadi buruan Polda Sumsel dan Kodam tempat di mana dia bekerja.

Sejumlah tempat telah didatangi mulai dari rumah terduga pelaku, di kawasan Baturaja, hingga ke Bogor.

“Sekarang tim masih melakukan pengejaran dan tim sekarang masih di Jatim. Memang kami akui, sampai saat ini belum membuahkan hasil,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, Selasa (14/5/2019).

Lihat Juga :  Dapat Nilai Kuning, Pelayanan Publik Pemkot Palembang Kurang Memuaskan

Setiap pergerakan tim yang tergabung dari Polda Sumsel dan Pomdam, berupaya untuk mencari jejak pelaku.

Alat komunikasi yang digunakan pelaku sama sekali tidak dapat terlacak.

Walaupun begitu, tim terus berusaha untuk dapat menangkap pelaku yang masih menjadi buronan saat ini.

“Di lokasi kejadian, tidak ada CCTV. Jadi memang tidak bisa mendapatkan rekaman CCTV. Jadi hanya mengambil keterangan saksi yang ada di lokasi dan sudah ada tujuh saksi yang diperiksa,” ujarnya.

Rumah Vera dan Prada DP Berjarak Sekitar 200 M, Tapi Keluarga Terduga Pelaku Belum Datang

Dari hari pertama hilang pada malam hari tanggal 7 Mei dan ditemukan meninggal Vera Oktaria telah genap satu pekan, tetapi hingga sore ini terduga Prada DP belum juga ditemukan keberadaannya, Selasa (14/5/2019).

Walaupun jarak rumah antara korban dan terduga pelaku tidak terlampau jauh, hanya kurang dari 200 meter, tetapi keluarga DP belum juga datang untuk sekedar mengucapkan bela sungkawa.

Santer pemberitaan selama ini tentang terduga pembunuh Vera adalah kekasihnya sendiri namum pihak keluarga terduga DP masih enggan menemui keluarga korban.

“Hingga saat ini perwakilan dari pihak keluarga DP belum ada yang datang kesini sama sekali,” ucap Firdaus Jailani kakak ipar Vera.

Keberadaan Prada DP, diduga membunuh kekasihnya Vera Oktaria masih menjadi misteri.

Pomdam II/SWJ telah menyebarkan foto Prada DP ke semua koramil di lima provinsi di Sumatera Bagian Selatan.

Vera Oktaria ditemukan meninggal dengan kondisi tangan terpotong di penginapan di Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Jumat (10/5/2019).

Vera pertama ditemukan berawal dari kecurigaan seorang pengurus penginapan yakni Nurdin bin Arsan.

Arsan pada Kamis (9/5/19), sekitar pukul 13.00 WIB sedang menyapu lantai penginapan.

Pada saat itu sesekali tercium aroma bau menyengat yang sumbernya dari kamar 06.

Nurdin yang merasa curiga langsung mengetuk pintu kamar dan mencoba untuk membuka pintu tersebut tapi tidak ada respon dari penghuni kamar.

Karena dikira tidak terjadi apa-apa Nurdin langsung menghubungi orang tuanya.

Ia menanyakan keberadaan tamu di kamar tersebut yang tidak kembali setelah membawa kunci tersebut.

“Saya curiga waktu saya bersihkan lantai mencium bau busuk, nah baru besoknya (hari ini) bau busuk itu semakin kuat langsung saya hubungi Polsek Sungai Lilin.”

“Setelah pihak polsek Sungai Lilin datang, kamar tersebut baru dibuka. Ditemukan sesosok wanita di atas ranjang dalam keadaan tanpa busana dengan kondisi tangan terpotong, jenazah membengkak ditutupi dengan selimut,” ujar Nurdin.

Tamu itu datang ke penginapan laki-laki dan perempuan tanpa identitas datang ke penginapan, Rabu (8/5/2019).

“Mereka itu membawa 1 koper warna hitam,”ungkap Nurdin. dikutip dari sripoku.com (15/5)

Pada hari Kamis (9/5/19), sekitar pukul 09.00 WIB tamu laki-laki penghuni kamar 06 terlihat keluar sambil menelepon.

Laki-laki itu menelepon seseorang dan bertanya tentang masalah harga sewa speedboat.

“Pada sore harinya pukul 17.00 WIB terlihat oleh orang tua saya Murniati bahwa laki-laki tersebut kembali ke penginapan dengan membawa masuk kembali 1 unit koper lagi dari luar.”

“Setelah terlihat beberapa kali tersebut laki-laki penginap itu tidak kelihatan lagi,”jelasnya.

“Dari hasil otopsi, sama sekali tidak ada berhubungan badan. Jadi sebelum dibunuh, korban ini terlebih dahulu dianiaya di bagian kepala,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, Senin (13/5/2019).

Vera diduga meminta hubungan asmara mereka berakhir.

Hal itu membuat DP kesal sehingga diduga merencanakan untuk melakukan hal tersebut

DP menjemput korban dan membawanya ke Sungai Lilin untuk melancarkan rencananya.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *