BERITA UTAMALIFESTYLE

Dianggap LGBT, ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ Dilarang Tayang di Palembang

SIBERNAS.com, Palembang-Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, secara resmi telah melarang penayangan film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ untuk diputar di seluruh bioskop di Kota Palembang. Pasalnya, film karya Garin Nugroho dianggap mengandung konten negatif, termasuk prilaku LGBT.

“Kami melarang film ini setelah menonton trailer Kucumbu Tubuh Indahku. Kami
juga telah meminta kepada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah atau KPID Sumatera Selatan, agar tidak memperbolehkan film yang akan tayang pada April tersebut beredar di bioskop Kota Palembang,” tegas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Ratu Dewa, Minggu (28/4/2019).

Menurutnya, dampak kerusakan yang sangat luas akan terjadi jika film ini diputar. Adegan penyimpangan seksual dalam film tersebut disayangkan lolos dari pengawasan KPID. Selain itu, dampak yang paling besar dapat mengundang keresahan di masyarakat.

“Terutama akan mempengaruhi cara pandang ataupun perilaku kaum milenial yang akan membenarkan perilaku penyimpangan seksual. Selain karena bertentangan dengan nilai-nilai agama, juga dikhawatirkan masyarakat apa yang diputar dalam film itu akan menganggap sebagai hal yang biasa dan dianggap biasa,” tegas Dewa

Karya Garin Nugroho

‘Kucumbu Tubuh Indahku’ merupakan karya Garin Nugroho. Film ini sebelum tayang di Indonesia, sempat diputar di Venice International Film Festival pada Agustus 2018 lalu.

Film produksi Fourcolours ini menceritakan Juno, seorang penari lengger berasal dari desa kawasan Jawa. Dia terpaksa hidup sendiri sejak ditinggal pergi ayahnya. Juno kemudian bergabung dengan sanggar tari Lengger dan hidupnya berpindah-pindah tempat, dari satu desa ke desa yang lain.

Cerita film diangkat dari kisah hidup seorang penari dan koreografer Rianto. Rianto memerankan karakter Juno dewasa dalam film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’.

Para pemain lainnya ada Randy Pangalila (petinju), Sujiwo Tejo (guru lengger), Teuku Rifnu Wikana (bupati), Whani Dharmawan (warok), Windarti (guru tari), dan Endah Laras (Bibi Juno).

‘Kucumbu Indah Tubuhku’ sudah mendapat penghargaan internasional, yakni Best Film pada Festival Des 3 Continents (Perancis pada 2018), Cultural Diversity Award under The Patronage of UNESCO pada Asia Pasific Screen Awards (Australia pada 2018), dan Bisato D’oro Award Venice Independent Film Critic (Italia pada 2018).

Editor : Zahid Blandino

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *