KALAM

Dapat Tempat Khusus Oleh Nabi Muhammad, Katak Tak Boleh Dibunuh!

Sibernas.com,-Siapa sangka, hewan yang kita anggap tidak berharga seperti katak mendapatkan tempat khusus di mata Baginda Nabi Muhammad SAW. Menurut Nabi, suaranya yang bising dan sahut menyahut itu pada hakikatnya merupakan suara bertasbih memuliakan Allah SWT.

Menurut beberapa riwayat, katak dilarang dibunuh karena suara katak merupakan suara bertasbih. Katak berperan memadamkan api ketika Nabi Ibrahim AS dibakar. Dari Ambdurrazak Rahimahullah dalam kitab al-mushannaf, Rasulullah SAW. bersabda

“Berilah keamanan bagi kodok (jangan dibunuh) karena sesungguhnya suara yang kalian dengar adalah tasbih, taqdis dan takbir. Sesungguhnya hewan-hewan meminta izin kepada Rab-NYA untuk memadamkan api dari Nabi Ibrahim maka diizinkan lah bagi katak. Kemudian api menimpanya maka Allah menggantikan untuknya panas api dengan air,” (HR. Anas bin Malik, Shahih, Abu Sa’id, Asy-Syaamiy Ibrahim bin Abi ‘Ablah dan Abaan bin Shaalih, keduanya tsiqah).

Hal-hal sekecil ini saja menjadi perhatian utama bagi sang Nabi, maka tak heran jika beliau benar adalah panutan bagi umat muslim dalam segala aspek kehidupan. Mungkin hal ini masih susah untuk kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun jika belum mampu mencontoh perilaku Nabi SAW. bukankah dengan tidak berlaku kasar sudah mengarah kepada kebaikan?

Lihat Juga :  Penjelasan Hukum Salat Berjamaah Menurut Para Ulama

Bolehkah Kita Menyembeih Katak dan Mengonsumsinya?

Katak merupakan hewan yang hidup di dua alam, di darat dan di air. Dalam hal ini, pendapat ulama juga berbeda dalam membunuh dan memakan daging katak. Ada yang mengatakan boleh, adapula yang mengharamkan.

Ulama Syafiiyah berpendapat, bahwa semua bangkai yang berada di air adalah halal, kecuali katak. Sementara itu, ulama Hanabillah berpendapat jika semua yang bisa hidup di darat dan di air tidak halal jika tanpa disembelih.

Seperti halnya katak, tidak boleh dimakan karena Hadits Rasulullah SAW. yang melarang membunuhnya. Sementara seperti Imam Malik menghalalkannya. Umumnya Ulama yang mengharamkan katak disebabkan kondiso katak yang hidup di dua alam. Ada juga yang beralasan bahwa katak merupakan hewan menjijikkan. Juga karena banyak ditemukan kodok yang beracun.

Lihat Juga :  Kemuliaan Salat Subuh Berjamaah yang Tidak Terulang di Salat Lain

Bagaimana bagi Ulama yang menghalalkan? Mereka berlandaskan kepada keyakinan bahwa selama tidak ada penjelasan dari nas Alquran dan Hadits, tentang keharaman binatang, binatang itu halal untuk dimakan.

Ulama sepakat tentang larangan membunuh katak, berdasarkan Hadits Rasulullah yang diriwayatkan dari Abdurrahman bin Utsman:

“Suatu ketika ada seseorang tabib yang berada di dekat Rasulullah menyebutkan tentang obat-obatan. Diantaranya disebutkan bahwa katak digunakan untuk obat. Lalu Rasul melarang untuk membunuh katak.” (HR. Ahmad No. 15757).

Setiap pendapat yang Ulama sampaikan adalah sebuah bentuk pemahaman yang tidak sepatutnya menjadi sebuah perdebatan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau agar daging katak sebaiknya dihindari untuk di konsumsi. Mengingat adanya perbedaan pandangan para Ulama.

Larangan membunuh dan mengonsumsi katak pada akhirnya memang menyimpan rahasia dan hikmah tersendiri bagi kita. Pernakah anda membunuh dan memakan hewan ini?

Editor: Ferly M

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close