KALAM

Cegah Riya, Sedekah Sembunyi- Sembunyi Itu Lebih Baik

Sibernas.com, Palembang-Sedekah adalah memberi bantuan kepada orang lain yang membutuhkan baik berupa harta, ilmu dan tenaga. Sedekah secara dengan cara diekpose itu tidak dilarang dalam Islam. Namun sedekah dengan sembunyi-sembunyi itu lebih baik untuk menghindari riya.

Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel Dr Nurkholis, MPd, mengatakan, sedekah itu identik dengan harta. Sedekah ini teknik bentuk pelaksanaannya bermacam-macam ada yang tidak ingin diekspose bahkan ingin sendiri atau tidak melalui lembaga seperti Lembaga Ami Zakat atau lainnya, ada sedekah yang dikoordinir lembaga tertentu, dan ada juga yang diekspose di media atau sosial media.

“Sedekah itu secara tersembunyi atau terang-terangan itu tergantung dengan kondisi. Ada yang ingin sedekah diam-diam walaupun sedang di tengah orang banyak. Ada juga yang di tengah orang banyak tapi tidak mau diekspose atau disebutkan. Sebaiknya sedekah itu, tangan kanan memberi, tapi tangan kiri tidak tau. Itu lebih baik,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (16/11/2021).

Misalnya ada yang sedekah untuk pembangunan masjid, madrasah itu ada yang tidak mau namanya diumumkan. Tapi ada juga yang minta namanya diumumkan, itu bisa dimaknai riya karena ingin dilihat orang. Tapi dari sisi positifnya bisa saja itu sebagai salah satu cara mengajak orang lain untuk ikut bersedekah.

Lihat Juga :  Ketua Yayasan YKK Al Ustadz Najamuddin Siddiq : Ayo Tingkatkan Dari Rajin Baca Alquran, Juga Rajin Baca Artinya

“Kalau berpikir negatif itu riya, tapi kalau dipandang dari sisi positifnya itu bisa untuk memotivasi yang lain,” tambah Nurkholis.

Nurkholis menceritakan, dulu pernah ada seorang sahabat Rasululah Muhammad SAW di dalam sebuah majelis. Sahabat ini mendatangi Rasul dan berkata ingin meminta barang berharga milik Rasulullah. Kemudian, Rasul pulang dan langsung menghampiri istrinya Siti Aisyah, dan bertanya ada barang berharga apa. Lalu Siti Aisyah menjawab ada simpanan kalung emas pemberian Rasul saat menikah. Rasul meminjam kalung emas tersebut dan kemudian kalung itu diberikan Rasul kepada sahabat yang meminta barang berharga milik Rasul.

Saat Rasulullah memberikan kalung emas tersebut kepada sahabat yang meminta barang berharga kepadanya itu di dalam sebuah majelis, sehingga disaksikan banyak sahabat yang lain. Lalu, datanglah sahabat Rasul yang kaya bernama Abdurahman bin Auf, dia bertanya apa yang sudah diberikan Rasul kepada sahabatnya itu. Seorang sahabat menjawab, Rasulullah SAW telah memberikan kalung emas milik Siti Aisyah.

Melihat kelakuan sahabat Rasul yang meminta barang berharga milik Rasul, akhirnya Abdurahman menemui sahabat Rasul SAW dan membeli kalung emas milik Aisyah tersebut dari sahabat nabi, lalu kalung emas itu dikembalikan lagi kepada Rasulullah. Kejadian itu di hadapan orang banyak.

Nurkholis mengungkapkan, sedekah yang diekspose bisa mendatangkan riya, dan bisa menghapuskan nilai pahala sedekah. Namun nilai manfaatnya tetap ada karena barang yang disedekahkan misal memberikan nasi, sembako, atau lainnya itu telah menolong orang. Hanya saja kalau ada riya, maka pahala sedekahnya hilang.

Lihat Juga :  Jazakallah Khairan Katsiiran, Bagaimana Cara Menjawabnya?

Allah SWT berfirman

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir” (QS. Al-Baqarah : 264).

Sedekah dengan sembunyi-sembunyi lebih menyelamatkan hati dan lidah manusia.

“Jika kalian menampakkan sedekah-sedekah (kalian), itu adalah baik sekali, dan jika kalian menyembunyikan sedekah kalian itu serta kalian memberikannya kepada orang-orang fakir, itulah yang lebih baik bagi kalian.” (QS. Al-Baqarah :271).

Nurkholis menuturkan, jika riya, pahala sedekah bisa hilang.

“Tapi akan ada sisi keberkahan lain yang didapatkan pemberi sedekah misalnya rezekinya semkin lancar, badannya sehat, anak-anaknya soleh dan lainnya,” katanya.

Reporter: Yanti
Editor: Ferly M

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close