LIFESTYLE

Berikut Daftar Jenis Usaha dengan Modal Kecil tapi Menguntungkan

SIBERNAS.com — Sekarang ini sudah banyak peluang usaha atau bisnis yang menawarkan tanpa modal sama sekali, namun tetap memberi untung bagi pelaku usahanya.

Apalagi dengan keberadaan teknologi dan media sosial di tangan dapat dimanfaatkan untuk memasarkan dagangan sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Kuncinya, asalkan dijalankan secara serius dan tekun, bisnis kecil-kecilan sekalipun bisa menambah pundi-pundi rupiah Anda.

Berikut 5 jenis usaha modal kecil yang menguntungkan yang bisa dipilih, baik sebagai bisnis utama maupun sampingan. Bagi pelaku bisnis pemula pun juga bisa menjalankannya tanpa perlu khawatir modal.

  1. Reseller Toko Online

Peluang usaha dengan modal kecil untung besar, namun mampu mendatangkan omzet adalah menjadi reseller atau dropshipper toko online.

Produk jualannya bervariasi, ada makanan, minuman, pakaian, tas, sepatu, pulsa elektrik, agen tiket dan masih banyak lagi.

Saat ini, supplier atau distributor produk sudah banyak yang membuka kesempatan bagi siapa saja menjadi reseller dan dropship, bahkan bisa jadi bisnis modal kecil untung besar untuk pelajar. Sehingga sangat mempermudah untuk memulainya.

Modal usaha online khususnya sebagai reseller maupun dropshipper sangat minim. Bahkan ada yang tanpa modal sama sekali dan tak perlu memproduksi barang sendiri. Hanya cukup memasarkan saja, bisa meraup keuntungan.

Meskipun reseller dan dropshipper sama-sama memasarkan produk jualan orang lain. Tapi, istilah keduanya serta sistem kerjanya agak berbeda.

Reseller ini biasanya turut menyediakan produk yang sudah dibelinya dari distributor, lalu menjual kembali ke pembeli dengan kesepakatan harga tertentu dan sudah disesuaikan.

Sedangkan dropshipper, cukup menjual kembali produk distributor secara daring, tanpa harus memiliki produknya (dropship), dan prosesnya tetap dibantu oleh distributor.

  1. Franchise

Jenis usaha dengan modal kecil selanjutnya adalah waralaba atau franchise yang sudah banyak dikenal dan menarik banyak peminat untuk berwirausaha.

Konsep bisnis waralaba terbilang saling menguntungkan, karena pemilik usaha waralaba ini bisa memperoleh laba penghasilan beberapa persen dari pembeli paket usahanya.

Bentuk usaha franchise pun beragam. Anda bisa memulai dengan franchise modal kecil seperti camilan atau minuman kekinian. Bisa juga mencoba membuka franchise kosmetik, laundry kiloan, bahan bakar, sampai agen tour travel.

Lihat Juga :  5 Buah-buahan untuk Kulit Glowing, Mulai dari Semangka

Selain itu, alat penunjang bisnis waralaba sudah ada yang menyiapkan secara lengkap. Sehingga tinggal siapkan saja lokasi dan tempat strategis untuk jualannya.

Apabila masih bingung atau khawatir bagaimana menjual suatu produk, penyedia paket usaha franchise biasanya akan memberikan bimbingan sampai mahir.

Besaran budget yang diperlukan juga bermacam-macam. Modal terkecil kisaran Rp1 juta dan terbesar melebihi Rp10 juta.

Prinsip jualan waralaba masih mirip dengan reseller atau dropshipper, karena sama-sama menjual produk orang lain. Perbedaannya hanya pada alat bisnis yang sudah lebih dulu disiapkan.

  1. Pelayanan Jasa

Kemudian ada bisnis jasa yang menawarkan produk jualan dalam bentuk pelayanan. Umumnya penyedia layanan bisnis jasa ini berasal dari adanya keahlian khusus.

Contoh usaha kecil-kecilan di bidang jasa adalah layanan antar-jemput seperti kurir atau sopir jika punya kemampuan menyetir. Kemudian, penerjemah bahasa atau translator, jasa titip (jastip) pembelian barang, pijat, dan lainnya.

Menjual produk jasa memang berbeda dengan jualan barang yang lebih terlihat. Tapi, bisnis jasa ini sangat bermanfaat dan terbukti bisa dirasakan oleh pengguna jasa tersebut.

Modal membuka bisnis jasa beragam, mulai dari tanpa modal dan bermodal besar. Begitu pun dengan harga jasa yang ditawarkan, sudah pasti berbeda-beda.

Kelebihan dalam usaha layanan jasa ini yaitu fleksibilitas, baik itu dari segi waktu maupun tempat, karena tidak semua pelaku penyedia jasa menyediakan tempat khusus.

Semisal jasa pijat terkilir yang bersedia dipanggil ke rumah-rumah, maka pengusaha jasa tidak perlu menyiapkan fasilitas, karena mereka akan mendatangi pengguna jasanya.

Meski demikian, ada kekurangan dari bisnis jasa yaitu strategi promosi dengan testimoni pengguna jasa karena sifatnya hanya bisa dirasakan. Lalu tidak ada ganti rugi jika ada komplain dari pelanggan.

  1. Sewa Alat atau Barang

Membuka usaha sewa menyewa alat atau barang, memiliki peluang mendatangkan pundi-pundi keuntungan berlipat.

Lihat Juga :  Nikmatnya Cheesecake dan Chocolava dari Omamacake

Modal menyediakan sewa alat memang bervariasi, karena disesuaikan dengan jenis barang yang sebelumnya dibeli pemilik. Ada kemungkinan modal barangnya lebih murah atau lebih mahal.

Supaya dapat mendulang rupiah, barang-barang tak terpakai tapi masih bagus, bisa disewakan kepada orang-orang membutuhkan dengan memberi beban biaya tertentu.

Beberapa contoh barang untuk disewakan yaitu perlengkapan bayi yang sudah tak terpakai seperti stroller, car seat, atau box bayi karena masa penggunaannya cenderung lebih singkat.

Tidak hanya perlengkapan bayi, kendaraan juga bisa disewakan sebagai rental mobil dan motor. Sistemnya bisa diberlakukan berjangka, misalnya harian, mingguan, atau bulanan.

Kalaupun tidak ada kendaraan atau perlengkapan bayi, barang-barang seperti pakaian, alat elektronik dan aksesoris juga dapat menjadi modal untuk disewakan.

Pemasaran bisnis sewa pun terbilang mudah. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital melalui dunia maya, yang jangkauannya bisa meluas.

  1. Bisnis Preorder

Bisnis barang preorder memang tidak sama dengan yang ready stock, karena prosesnya harus menunggu beberapa waktu untuk bisa mendapatkan barang tersebut.

Akan tetapi, sistem bisnis preorder banyak diminati pebisnis pemula lantaran tidak memerlukan banyak modal atau bahkan bisa tanpa modal sama sekali.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya bisnis preorder dapat terus berkembang serta berjalan lancar.

Sistem preorder menuntut konsumen harus sabar menunggu, sehingga penting bagi seorang penjual untuk lebih memperhatikan kualitas produk dengan baik.

Jenis usaha dengan modal kecil seperti preorder juga menuntut penjualnya harus bisa berkomunikasi dengan baik pada konsumen, hal ini merupakan kunci meraih pelanggan tetap.

Lalu trik membuka jadwal preorder (PO) wajib diperhatikan. Anda perlu tahu waktu yang tepat, misalnya pada tanggal gajian. Karena cara tersebut akan lebih mudah menarik perhatian para pembeli.

Apabila tertarik membangun usaha online maupun offline dengan sistem preorder, pastikan memahami betul produk yang akan dijual dan teliti dalam membidik target konsumen.(sumber cnnindonesia.com)

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close