NASIONAL

Banyak Petugas Meninggal, MUI Minta Pemilu Dievaluasi

SIBERNAS.com – Pemilhan Umum 2019  Rabu 17 April 2019 Lalu berjalan dengan lancar dan aman, namun dibalik pesta demokrasi tersebut menyisakan duka, lantaran  pemilu tahun ini banyak korban meninggal, baik dari petugas KPPS maupun personel kepolisian.

KPU menyebut total ada 54 petugas KPPS atau Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara yang meninggal dunia pada saat penyelenggaraan Pemilu 2019. Jumlah itu didapat KPU berdasarkan data yang dikumpulkan hingga 21 April kemarin.

“(Dari) 86 petugas yang mengalami musibah (yang) meninggal 54 (orang) dan sakit 32 orang,” ujar Komisioner KPU Viryan Aziz di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

Terkait itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi angkat bicara. Menurut dia, di satu sisi pemilu 2019 patut diapresiasi karena berjalan dengan lancar, aman, dan terkendali. Namun, di sisi lain, duka yang ditimbulkannya patut menjadi perenungan bersama.

Maka dari itu, lanjut dia, pihaknya mengusulkan kepada pemerintah dan DPR untuk mengevaluasi penyelenggaraan pemilu serentak. Misalnya, kaji ulang perlukah pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) digelar dalam hari yang sama.

Lihat Juga :  Tim Gabungan Berhasil Aman 300 Karung Baju Bekas Ilegal

Dengan mempertimbangkan banyaknya petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang gugur akibat kelelahan di berbagai wilayah di Indonesia, maka patut dikaji aspek kesiapan sumber daya manusia (SDM).

“Hal tersebut tentunya sangat menyedihkan kita semua, untuk itu MUI menyampaikan duka yang sangat mendalam atas wafatnya mereka semuanya, semoga almarhum husnul khotimah, diampuni dosa-dosanya dan mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT,” kata Zainut Tauhid Sa’adi sebagaimana dilansir dari laman Republika.co.id,Senin (22/4).

MUI juga, lanjut dia, mendoakan supaya keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menerima kepergian mereka. Kepada pemerintah, MUI mengimbau agar bisa memberikan perhatian dan imbalan sepantasnya atas jasa dan pengorbanan mereka seluruhnya.

Lihat Juga :  Heboh, Artis Berinisial HH Ditangkap Diduga Terlibat Prostitusi Online

Zainut menyampaikan, MUI kembali mengimbau kepada semua pihak untuk tetap menjaga suasana aman dan kondusif. Pihaknya juga meminta seluruh elemen masyarakat untuk menjauhi segala bentuk provokasi dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah-belah umat, bangsa dan negara.

“MUI mendorong dan mendukung setiap upaya dan ikhtiar untuk melakukan rekonsiliasi dan ishlah nasional untuk kesatuan dan keutuhan bangsa Indonesia, untuk hal tersebut MUI siap menjadi mediator dan fasilitatornya,” ujarnya.

Dia mengakui, pascapemilu 2019 tak sepi dari prokontra, terutama dalam hal banyaknya laporan masyarakat. Misalnya, terkait surat suara yang dinilai telah dicoblos secara tidak semestinya. Untuk itu, Zainut meminta seluruh pemangku kepentingan untuk selalu bersikap amanah.

“Hal ini mengingat banyaknya laporan dari masyarakat bahwa banyak kertas suara yang rusak atau tidak dicoblos oleh pemilih karena banyaknya kertas suara yang mereka diterima,” kata dia.

 

Editor : Handoko Suprianto

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close