NASIONAL

Asap Semakin Pekat, 28 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Terpaksa Ditunda

Sibernas.com, Palembang- Akibat tebalnya kabut asap di Kota Palembang membuat jasa penerbangan di Bandar Udara SMB II Palembang terganggu. Tercatat ada 28 maskapai penerbangan yang terpaksa menunda keberangkatan dan kedatangannya di bandara tersebut.

General Manager Angkasa Pura II Bandara SMB II Palembang, Fahroji menuturkan, ada 2 penerbangan yang return to base atau kembali ke pangkalan semula, 1 penerbangan dialihkan, 14 penerbangan keberangkatan yang ditunda karena cuaca buruk. Selain itu juga ada 11 penerbangan kedatangan yang delay. “Kabut asap yang pekat membuat jarak pandang sangat rendah di SMB II Palembang. Kondisi normal baru terjadi pukul 09.41 WIB dengan jarak pandang normal 800 meter. Akibatnya 28 maskapai tertunda kedatangan dan keberangkatannya,” jelas Fahroji.

Lihat Juga :  Sertifikat Prakerja Tidak Muncul di Dashboard? Ini Solusinya

Ia menuturkan, pada pukul 05.30-07.00 WIB jarak pandang 500 meter, pada pukul 06.47-08.00 jarak pandang hanya 50 meter, pukul 08.07-09.00 WIB jarak padang 100 meter, 08.58—10.00 WIB jarak pandang masih 150 meter. “Jarak pandang normal yang bisa dipakai pihak maskapai untuk berangkat ataupun datang adalah 800 meter,” ungkapnya.

Fahroji menjelaskan, penerbangan yang return to base yakni penerbangan dari Cengkareng-Palembang dan Kuala Lumpur-Palembang. Untuk penerbangan yang dialihkan, yakni dari Pekanbaru-Palembang.

Kepala Kantor AirNav Cabang Palembang, Ari Subandrio menjelaskan bahwa jarak pandang pagi ini hanya 50 meter dan itu cukup berpengaruh pada maskapai yang hendak mendarat ke Bandara SMB II Palembang. “Penerbangan yang terdampak Sriwijaya dari Jakarta, Wingsair dari Pekanbaru dan Airasia dari Kuala Lumpur dan sebagainya,” ujarnya.

Lihat Juga :  Turun Satu Peringkat, Kebebasan Internet RI Kalah dari Filipina-Singapura

Dengan kondisi saat ini, pihak AirNav pun telah mengeluarkan Notice To Airmen (Notam) untuk maskapai sampai kondisi kabut asap dan jarak pandang membaik.

Reporter: Mualana

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close