SYARIAH
Trending

Adaptasi Agama Islam di Era Corona

Sibernas.com, Palembang-Wajah keagamaan dunia, utamanya Islam, berubah drastis akibat penyebaran wabah Covid-19 (Corona Virus Disease) di awal-awal tahun 2020. Kegiatan keagamaan kini lebih banyak memertimbangkan faktor kesehatan.

Agama ternyata tidak kaku melainkan lentur dan penuh penyesuaian. Rangkaian ibadah yang menyangkut massa dapat disesuaikan. Pertemuan fisik antarmanusia dikurangi. Umat beragama dan institusinya berusaha untuk beradaptasi selama masa wabah Virus Corona.

Salah satunya kegiatan seminar keagamaan dan dakwah yang dilakukan secara tatap muka, seperti yang sering dilakukan Indonesia Training Center Nusantara (Internusa) Sumatera Selatan (Sumsel). Demi syiar keagamaan tetap berjalan, dan ekonomi tetap bertahan, mereka melakukan berbagai inovasi, termasuk melakukan syiar agama melalui virtual atau online.

Direktur Internusa Sumsel Andi Ahmad Zikrillah

Direktur Internusa Sumsel Andi Ahmad Zikrillah saat dibincangi redaksi As SAJIDIN mengatakan, wabah Covid-19 berimbas besar kepada aktivitas kegamaan, seperti aktivitas salat berjamaah, kegiatan keislaman seperti tabligh akbar, kajian hijrah, pengajian dan lainnya.

“Namun tak penting ujian ini baik atau buruk, selagi kita semakin dekat dan taat kepada Allah SWT. Begitulah seharusnya kita sebagai umat Islam bersikap atas mewabahnya Covid-19 ini. Bagi umat Islam yang beriman dan bertaqwa, semuanya adalah kebaikan. Ketika ditimpa musibah kita bersabar, ketika diberikan nikmat kita bersyukur,” jelas pria yang biasa disapa Andi itu.

Menurutnya, sebagai seorang hamba yang miskin ilmu dan miskin keyakinan, tentu ada perasaan sedih dan gelisah ketika musibah ini melanda negeri tercinta. Namun dia menganggap musibah ini adalah pesan cinta Allah SWT kepada umat manusia.

“Ketika kita berusaha membaca pesan Cinta-Nya Allah SWT, maka kita bisa bangkit kembali untuk terus beraktivitas yang terbaik walau berada di rumah,” tambah Pembina Gerakan Gerakan Indahnya Hidup Bersama Dakwah (IHBD) itu.

Lalu apa kerugian yang dirasakan, terutama dari sisi finansial? Andi mengakui secara besaran nominal tentu berkurang, namun dia tetap bersyukur rezeki yang diberikan Allah SWT masih cukup dan tetap bisa berbagi pada sesama.

Lanjut Andi, dia juga melakukan inovasi agar tetap bisa berdakwah dan mencari penghasilan dengan memanfaatkan media sosial yang ada, dengan kajian-kajian Islam, seminar dan lainnya secara online, baik yang sifatnya gratis maupun program berbayar.

“Saya siasati dengan melakukan kajian secara online, ada yang bayar dan ada juga yang gratis. Meski demikian, para peserta masih merasakan kerinduan untuk bisa kerkumpul kembali dalam program-program sebagaimana biasanya, namun saat ini sudah terobati dengan adanya kajian secara online setiap hari dan pekannya,” beber Penulis buku Melukis Cinta Meraih Bahagia (MCMB) tersebut.

“Saya juga melakukan kajian online secara gratis agar hidup tetap produktif dan bisa memberikan manfaat sekaligus motivasi kepada semuanya agar tetap semangat di tengah pandemi, dan sampai akhir bulan Juli program kajian online secara gratis tetap berjalan,” lanjutnya.

Lantas, apa hikmah yang bisa dipetik dari Covid-19? Pria kelahiran Banyuasin, 9 September 1985 itu, menjelaskan, wabah ini membuat manusia harus sadar jika mereka bukan siapa-siapa tanpa perlindungan Allah Azza Wajallah.

Dengan adanya pandemi seperti ini, Andi menambahkan, membuat manusia semakin tergerak untuk menghidupkan sunnah Nabi Muhammad Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sebagaimana banyak dituangkan di protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 seperti menjaga kebersihan, rajin cuci tangan, berwudhu, menjaga jarak, dan lain-lain.

“Hikmah lainnya membuat kita semakin dekat dengan keluarga,” Andi menambahkan.

Dia melanjutkan, akan mulai melakukan kegiatan keagamaan secara tatap muka pada bulan Juli dengan menerapkan protokol kesehatan. Adapun kegiatan yang akan dilakukan antara lain, Sekolah PraNikah Indonesia dan juga program Private Class Profesional Public Speaking

“Ke depan saya tetap fokus melakukan berbagai program kajian secara online dan juga program tatap muka secara langsung dengan mematuhi protokol pencegahan Covid-19. Selebihnya tetap stay at home jika tidak ada keperluan penting di luar rumah,” pungkas dia.

Reporter : Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close