NASIONAL

Israel dan Hamas Masuk Daftar Hitam PBB

Sibernas.com, Palembang-Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi memasukan pasukan militer Israel (IDF) ke dalam daftar kelompok yang melakukan pelanggaran HAM terhadap anak-anak. Setali tiga uang, kelompok Hamas dan Jihad Islam Palestina juga masuk dalam daftar ini.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric mengatakan, dengan keputusan ini, maka IDF akan masuk dalam daftar laporan tahunan Sekretaris Jenderal PBB tentang anak-anak dalam konflik bersenjata. Laporan itu kemudian akan dikirim ke Dewan Keamanan PBB pada Jumat pekan depan.

Dujarric menambahkan, perwakilan Israel telah diberitahu soal keputusan ini. Dia bilang laporan tersebut sebenarnya bersifat rahasia.

“Hal ini dilakukan untuk memberikan peringatan kepada negara-negara tersebut dan menghindari kebocoran,” katanya dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu (8/6/2024).

Sebelumnya, perwakilan Israel di PBB Gilad Erdan telah merilis sebuah video yang menampilkan dirinya sedang ditelepon. Dalam video tersebut, Erdan mengungkapkan kemarahannya atas keputusan PBB, dan menyebut IDF sebagai tentara paling bermoral di dunia.

Lihat Juga :  Mabuk Kecubung, 44 Warga Banjarmasin Dilarikan Kerumah Sakit Dua Diantaranya Meninggal Dunia

“Satu-satunya orang yang masuk daftar hitam saat ini adalah Sekretaris Jenderal, yang keputusannya sejak perang dimulai, dan bahkan sebelumnya, memberikan penghargaan kepada teroris dan memberikan insentif kepada mereka untuk menggunakan anak-anak untuk aksi teror… Sungguh memalukan!” kata Gilad.

Dujarric mengatakan, video yang dirilis Gilad Erdan itu sangat mengejutkan dan tidak bisa diterima. Dia mengatakan bahwa itu adalah “sesuatu yang belum pernah dia lihat selama 24 tahun saya mengabdi pada organisasi ini.”

Dimasukkannya Israel ke dalam daftar tersebut terjadi setelah delapan bulan perang di Gaza, yang menewaskan lebih dari 15.500 anak, menurut Kementerian Kesehatan setempat.

Perang tersebut dipicu oleh serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober, yang menewaskan 1.200 orang dan menyebabkan sekitar 250 lainnya disandera. Serangan balasan Israel kemudian telah menyebabkan warga sipil mengalami kelaparan yang mematikan.

Daftar hitam PBB sebelumnya mencakup negara-negara seperti Arab Saudi, Afghanistan, Republik Demokratik Kongo, Sudan, Suriah, dan Yaman.

Riyad Mansour, utusan Palestina untuk PBB, mengatakan, keputusan untuk menambahkan Israel ke dalam daftar tersebut

“Tidak akan mengembalikan puluhan ribu anak-anak kita yang dibunuh oleh Israel selama beberapa dekade dan tidak akan mengembalikan kehidupan normal bagi anak-anak yang cacat permanen,” katanya.

Editor: Ferly M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *