KRIMINALITAS

Keluarga Ungkap Keseharian Suami Korban Pembunuhan

Sibernas.com, Palembang-Keluarga korban ungkap keseharian suami korban pembunuhan di Jalan Karya Baru Macan Lindungan, Kelurahan Bukit Baru.

Kakak ipar korban Darsin (55) mengatakan, sehari-hari Anung Kurniawan bekerja menjual tanaman hias di Jalan Demang Lebar Daun.

“Sudah lama jualan tanaman hias. Sehari-hari jual di Jalan Demang Lebar Daun istrinya cuma ibu rumah tangga biasa,” ujar Darsin saat dijumpai di lokasi, Senin (15/4/2024).

Warsilah dan suaminya, Anung Kurniawan tinggal di tempat tersebut sejak tahun 2014 dan memiliki dua orang anak. Darsin baru mengetahui kalau adik ipar dan keponakannya dibunuh orang ketika tiba di lokasi usai mendapat kabar dari suaminya.

“Suami saya yang kasih tau kalau istri adiknya meninggal. Saya pikir meninggal karena sakit. Pas sampai di sini heran, kok ramai polisi ada apa. Baru dikasih tau kalau Warsilah dibunuh orang,” katanya.

Lihat Juga :  Polda Sumsel Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ribu Benih Lobster

Diketahui Kurniawan sang suami mengaku saat kejadian tidak ada di rumah dan sempat menerima telepon dari anak perempuannya yang meminta tolong.

Hanya anak bungsu korban inisial MGK (7) yang melihat pelaku masuk ke dalam rumah, ciri-ciri pelaku yakni memakai baju hitam garis-garis putih, tidak mengenakan helm dan masker. Namun bocah 7 tahun tersebut tidak mengenalinya.

“Pelaku kalau menurut anaknya yang kecil satu orang laki-laki. Pakai baju hitam garis putih, pas masuk si anak tidak diapa-apain hanya disuruh duduk di ruang tengah depan TV dan tidak dibolehkan pegang handphone, ” katanya.

Saat ini pihak keluarga belum menentukan ke mana jasad akan disemayamkan setelah otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.

“Kalau di sini belum tentu bisa, mungkin dibawa ke rumah kami di Jalan Parameswara. Tapi itu belum kami tentukan, sebab keluarga belum berunding,” katanya.

Dilain pihak Bery (45) salah satu tetangga terdekat yang rumahnya berjarak sekitar 20 meter mengaku, mulanya tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut. Ia juga kurang mengetahui keseharian korban dan kurang berkomunikasi.

“Kurang tahu kesehariannya bagaimana, yang saya tahu hanya jualan tanaman hias. Kebetulan saat kejadian kami tidak ada di sini,” katanya

Sebelum kejadian dirinya melihat seorang laki-laki masuk ke rumah beberapa saat setelah Warsilah pulang dari warung.

“Saya melihat orang yang tidak dikenal masuk ke rumah, sementara suaminya tidak ada di rumah saat itu,” katanya.

Reporter: Yola Dwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *