KRIMINALITAS

Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Diduga Motif Dendam

Sibernas.com, Palembang-Seorang ibu dan anak ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya yang berlokasi di Jalan Macan Lindungan, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Senin (15/4/2023).

Korban teridentifikasi bernama Wasila (40), ditemukan tewas di lantai garasi dan Farah Atika anak perempuannya yang ditemukan tewas di dalam kamar.

Sutoro Ketua RT setempat mengatakan, awal mula kejadian diketahui oleh suami korban Kurniawan sekitar pukul 10:00 WIB.

“Suami korban lapor ke saya kalau istri dan anaknya meninggal bersimbah darah di dalam rumah. Istri posisi tertelungkup di lantai garasi sedangkan anak perempuannya ada di dalam kamar,” ujar Sutoro kepada wartawan.

Ia melanjutkan, Kurniawan saat itu sedang berada di bengkel kemudian menerima telepon dari istrinya dengan suara teriakan minta tolong.

Lihat Juga :  Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Pegawai, Plt UMKM Muba Lapor Balik

“Suaminya lagi di bengkel sebelum kejadian ini. Terus dapat telpon minta tolong. Begitu dia pulang ke rumah lihat istrinya sudah terkapar di garasi,” katanya.

Belum bisa dipastikan apakah peristiwa ini adalah perampokan, saat ini pihak Polrestabes Palembang bersama Polsek Ilir Barat I sedang melakukan olah TKP.

“Belum tahu ada barang yang hilang atau tidak,” katanya.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Haryo Sugihartono menerangkan bahwa korban berjumlah dua orang, yakni ibu dan anak.

“Pada saat kejadian suaminya bernama Kurniawan sedang berada di bengkel,” terang Haryo.

“Jadi yang tinggal di rumah hanya anaknya cewek dan anak bungsu laki-lakinya,” sambung Haryo.

Lihat Juga :  Polda Sumsel Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ribu Benih Lobster

Kata Harryo, korban bernama Wasilah ditemukan di garasi dengan kondisi tewas bersimbah darah.

“Korban Wasilah saat ditemukan pengki besi masih menempel di kepala,” kata Haryo.

Sementara sang anak bernama Farah ditemukan tewas dengan luka tusukan di bagian perut.

“Di samping korban Farah ada pisau yang masih berlumur darah,” terang Haryo.

Dijelaskan Haryo bahwa berdasarkan keterangan sang suami, barang-barang berharga di dalam rumah tidak ada yang hilang.

“Jadi dapat disimpulkan ini bukan perampokan, motifnya masih kami dalami, apakah dendam sakit hati atau yang lain,” jelas Haryo.

Saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman atas kasus tersebut.

“Termasuk memintai keterangan anak bungsu yang berada di dalam rumah pada saat kejadian,” katanya.

Reporter: Yola Dwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *