SUMSEL

Gelar Apel Operasi Ketupat 2024, Polda Sumsel Terjunkan 4,429 Personel

Sibernas.com, Palembang-Polda Sumsel melaksanakan Apel Gelar Operasi Ketupat Tahun 2024 yang dilakukan secara serentak diseluruh jajaran Polri se Indonesia. Apel tersebut dipimpin Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo di Istana Gubernur Sumsel Griya Agung, Rabu (3/4/2024).

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo mengatakan, apel gelar pasukan ini bentuk pengecekan akhir mengenai kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2024 sebagai komitmennyata Sinergitas TNI – Polri dan stakeholder terkait.

“Operasi Ketupat 2024 akan dilaksanakan selama 13 hari yang dimulai pada tanggal 4 April 2024 sampai dengan 16 April 2024. Operasi Ketupat Tahun 2024 melibatkan 4,429 personel yang terdiri dari semua instansi. Dari unsur Polri ada 2,322 personil,” ujar Rachmad.

Selain itu, Polda Sumsel juga menghadirkan 3 pos tambahan dengan total 92 pos, yang terdiri dari 55 pos pengamanan, 23 pos pelayanan, dan 15 pos terpadu, menciptakan sebuah infrastruktur yang solid untuk mendukung keamanan dan pelayanan masyarakat.

“Polda Sumsel juga menyediakan pos pengamanan yang akan diletakan di tempat pusat kegiatan masyarakat. Ada 380 tempat yang menjadi titik wisata masyarakat, tempat ibadah, pertokoan nanti akan dipilih di mana yang memiliki resiko terjadi gangguan kamtibmas,” katanya.

Masih dikatakannya, pos pelayanan sendiri berjumlah 27 pos yang akan disebar di jalur lintasan, seperti antara tol dari Lampung menuju Kramasan dan Lintas Timur hingga ke Jambi juga akan ada pos pelayanan.

“Pos terpadu akan ditempatkan di beberapa lokasi seperti terminal, stasiun kereta api, pelabuhan dan juga bandara,” katanya.

Dia menjelaskan, saat ini petugas dihadapkan dengan sejumlah ruas jalan dan badan jalan yang tidak berkembang tetap seperti itu saja sementara pemudik yang terus bertambah setiap tahunnya sehingga dapat menyebabkan kepadatan di jalan.

“Jumlah pemudik yang tahun ini bertambah sebesar 56,4 persen kurang lebih 107 juta orang akan melakukan pergerakan mudik, sehingga itu akan menyebabkan kepadatan di jalan terutama ruas Betung-Jambi,” katanya.

Kapolda menambahkan, kondisi badan jalan yang tidak terlalu lebar kemudian adanya elevasi badan yang cukup tinggi, cukup membahayakan bagi pemudik yang tidak terlalu mengenal ruas jalan tersebut karena dapat menyebabkan kendaraan terguling.

Kapolda menghimbau kepada masyarakat untuk memilih melakukan perjalanan pada pagi hingga siang hari, dan lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan kendaraan sebelum melakukan perjalanan mudik.

Reporter: Yola Dwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *