KRIMINALITAS

Polresta Malang Ungkap Motif Babysitter Aniaya Anak Selebgram Aghnia Punjabi Hingga Mata Lebam

SIBERNAS.com , Viral kasus Penganiayaan yang dialami putri dari selebgram Emy Aghnia Punjabi oleh babysitternya, dengan inisial IPS, dari penganiayaan itu mengakibatkan anak Aghnia mengalami luka lebam di bagian mata dan luka di telinganya.

Melalui akun resmi Instagram-nya @emyaghnia, Aghnia  mengukapkan awal kejadian penganiayaan yang dialami oleh putrinya tesebut.

Bermula ketika 27 Maret 2024 siang, Aghnia pergi ke Jakarta untuk menyelesaikan pekerjaannya selama 2 hari.Dirinya tidak membawa serta kedua anaknya, karena masih sekolah.

“Kronologi
Tanggal 27:
Saya pergi ke Jakarta siang hari untuk bazar selama 2 hari, saya tidak membawa anak di karenakan C*** dan S***** sudah sekolah. C*** sekolah di hari Senin sampai dengan Jumat. Saya titipkan sus dengan adik ipar saya. Di rumah ada: driver, mba 2 orang, suster 2 orang, termasuk tersangka dan adik ipar.”

“Tanggal 28:
Jam 4 subuh peng4niaya4n terjadi, posisi semua di basement tidak mendengar sama sekali dan kamar terkunci rapat. Proses peng4niaya4n dilakukan 1 jam tanpa henti.

Dan pelaku tidak memperbolehkan C*** keluar kamar karena takut terlihat orang rumah atas tindakannya. Ia memberitahu semua orang rumah bahwa C*** demam, makan pun dibawa ke kamar.

Motif pelaku menyiks4 C*** karena ia tidak mau diobati bekas cakarannya. Belum tahu apakah cakaran itu karena dia (tersangka) atau tidak.” ungkap Aghnia.

Kapolresta Malang Kota Kombes Budi Hermanto terjadinya penganiayaan tersebut Saat itu kedua orang tua korban tengah berada di Jakarta. Kepada Aghnia, IPS awalnya menyebut korban sakit akibat terjatuh hingga mengami mata bengkak. Namun orang tua korban tidak percaya begitu saja.

“Pada saat dikirim foto muncul kecurigaan sehingga orang tua korban membuka DVR CCTV yang ada di dalam kamar, di mana suster dan korban berada,” ujarnya.

Dari hasil pengecekan CCTV  terlihat kejadian IPS melakukan kekerasan terhadap anaknya, mulai dari memukul, menjewer, mencubit bahkan menindih.

“Setelah orang tua melihat dengan kejadian di CCTV, maka penyidik di Polresta Malang Kota dihubungi sekira pukul 13.00 WIB siang setelah salat Jumat (29/3),” katanya.

Sesampainya orang tua korban di Malang, polisi langsung melakukan koordinasi dan mendatangi rumah Aghnia. Di sana mereka mencocokkan rekaman CCTV dengan petunjuk yang ada di tempat kejadian perkara.

Setelah itu, penyidik langsung melakukan proses pembuatan laporan polisi, melaksanakan penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi, melakukan visum serta menyiapkan tim trauma healing untuk mendampingi korban.

Lihat Juga :  Jatanras Polda Sumsel Bekuk Pelaku Bobol Rumah

Polisi juga mengamankan IPS di rumah itu. Dia kemudian diperiksa secara mendalam sejak Jumat sore, hingga Sabtu (30/3) pagi. Setelah bukti dan keterangan saksi lengkap, dia pun ditetapkan tersangka.

Sementara itu Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto mengatakan motif IPS melakukan kekerasan tergadap korban, karena ia merasa kesal saat anak berusia tiga tahun itu menolak untuk diobati.

“Jadi motif berdasarkan hasil penyidikan dalam BAP, pengakuan tersangka motifnya adalah tersangka ini merasa jengkel dengan korban, karena korban ingin diobati karena bekas cakaran yang ada di tubuh korban namun korban menolak tidak mau,” kata Danang sebagaimana dilansir dari cnnindonesia

Atas perbuatannya, tersangka IPS tercancam jeratan Pasal 80 ayat 2 Undang-Undang (UU) No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, subsider Pasal 80 ayat 2 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 tahun 2002.

“Dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun tindakan kekerasan dengan benda atau barang dan ancaman paling banyak Rp100 juta,” tutup Budi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *