NASIONAL

Harvey Moeis Rugikan Negara 271 T, Begini Peran dan Rinciannya..!

Sibernas.com, Jakarta, ,—-Kasus korupsi tata niaga komoditas timah wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022 menyorot perhatian publik karena melibatkan nama-nama pesohor.  Salah satunya yang paling santer adalah suami aktris Sandra Dewi, Harvey Moeis, dan Helena Lim yang dikenal publiks sebagai “crazy rich” Pantai Indah Kapuk (PIK) beserta belasan orang lainnya.

Melansir wartakotalive.com, korupsi yang dilakukan suami Sandra Dewi itu mencapai nilai kkerugian negara yang fantastis, yaitu Rp 271.069.688.018.700 atau Rp 271 triliun.

Prof. Bambang Hero Saharjo, ahli lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB), mengatakan, kasus korupsi di sektor tambang yang ditangani oleh Kejaksaan Agung ini telah merusak kawasan hutan dan non hutan di Bangka Belitung (Babel).

” Total kerugian kerusakan lingkungan hidup mencapai Rp 271.069.740.060,” kata Bambang di Kejagung belum lama ini.

Bambang merincikan, aktivitas tambang tersebut membuka lubang galian seluas 170.363.064 hektar. Padahal, IUP hanya diberikan untuk penambangan 88.900,462 hektar. Dengan demikian, luas galian tambang yang tidak berizin mencapai 81.462,602 hektar.

Bambang juga menyampaikan, kerugian kerusakan lingkungan tersebut berdasarkan total luas galian yang mencapai 170.363.064 hektar baik di kawasan hutan dan non kawasan hutan.

Penghitungan itu mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Kerugian Lingkungan Hidup Akibat Pencemaran Dan/atau Kerusakan Lingkungan Hidup.

“Kami menghitung berdasarkan permen LH Nomor 7 Tahun 2014,” ujar Bambang.

Sementara itu, Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) mengatakan, kerugian keuangan negara dalam kasus ini masih dihitung.

Jenis kerugian negara itu berbeda dengan kerugian keuangan lingkungan. Artinya, secara keseluruhan, dugaan nilai kerugian yang timbul masih akan lebih besar.

“Kerugian ini masih akan kita tambah dengan kerugian keuangan negara yang sampai saat ini masih berproses. Berapa hasilnya masih kita tunggu,” kata Kuntadi.

Terbaru lanjutnya, Korps Adhyaksa telah menetapkan suami aktris Sandra Dewi, Harvey Moeis (HM) sebagai tersangka. Harvey diduga menjadi pihak yang mewakili PT RBT.

Lihat Juga :  Insan Pers Tanah Air Berduka, Wartawan Senior " Prof Salim Said " Tutup Usia

Ia bersama-sama eks Direktur Utama PT Timah, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (MRPP) diduga mengakomodir aktivitas penambangan liar di wilayah IUP PT Timah untuk meraup keuntungan.

“Sekira tahun 2018 sampai dengan 2019, saudara HM ini menghubungi Direktur Utama PT Timah yaitu Saudara MRPP atau Saudara RS alias Saudara RS dalam rangka untuk mengakomodir kegiatan pertambangan liar di wilayah IUP PT Timah,” kata Kuntadi.

Menurut Kuntadi, Harvey dan Mochtar bertemu beberapa kali hingga akhirnya bersepakat akomodasi aktivitas penambangan liar itu di-cover dengan skema sewa menyewa peralatan processing peleburan timah.

Harvey kemudian menghubungi beberapa smelter atau pabrik pengolahan timah PT SIP, CV VIP, PT SPS, dan PT TIN agar ikut bermain dalam kecurangan itu.

Ia kemudian meminta pihak smelter menyisihkan sebagian keuntungannya. Laba itu kemudian diserahkan ke Harvey dengan modus dana corporate social responsibility (CSR) yang difasilitasi oleh Manager PT QSE, Helena Lim (HLN) yang juga menjadi tersangka.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *