KRIMINALITAS

Tabrak Tim Jatanras, Komplotan Maling Mobil Ditembak

Sibernas.com, Palembang-Tim Opsnal Unit 2 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel menangkap dan melumpuhkan komplotan pencurian mobil Suzuki Ertiga, Kamis (14/3/2024) pukul 03.15 WIB.

Komplotan itu ditangkap saat sedang mengisi bahan bakar bensin di salah satu SPBU yang berada di jalan Lintas Timur Palembang-Jambi.

Saat penangkapan tersebut pelaku ditembak karena sempat menabrak salahsatu Anggota Unit 2 Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel. Tersangka yang dilumpuhkan itu Pro Budiansyah alias Budi (31), warga Jalan Pangeran Hidayat, Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Provinsi Jambi.

Sedangkan dua pelaku lagi Joni Pranata (31) dan Ibrahim (29) merupakan warga Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka Budi merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan (curas) tahun 2015 dan 2020. Kedua rekannya juga merupakan residivis kasus penjambretan dan pencurian tahun 2022.

Lihat Juga :  8 Tahun Buron, Egi DPO Kasus Vina Cirebon Dibekuk Polisi

Setelah berhasil membawa kabur mobil Suzuki Ertiga warna merah marun BG 1703 OO milik korban M Fadli (40). Mobil Suzuki Ertiga itu diparkir di depan rumah korban di Jalan Raya Palembang-Betung, RT 22, RW 06, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

Kanit 2 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKP Novel Siswandi, SH, MH, mengatakan, komplotan pelaku masuk ke rumah korban melalui jendela dan mengambil kunci mobil.

“Kunci mobil ditemukan mereka tergeletak di atas kulkas begitu sudah dapat kunci mereka membawa mobil tersebut kabur,” ujar Novel, Selasa (19/3/2024).

Setelah menerima laporan korban dan melakukan penyelidikan, diketahui mobil korban berada di kawasan Betung, Banyuasin..Kepada polisi, tersangka Budi mengaku, yang masuk ke dalam rumah korban dia bersama tersangka Joni Pranata.

“Awalnya kami masuk mau ambil barang-barang tapi lihat ada kunci di atas kulkas dan duit Rp50 ribu. Kami langsung kabur membawa mobil ke arah Jambi dan rencananya akan dijual di Jambi seharga Rp15 juta tapi belum jadi. Lalu kami balik lagi dan isi minyak di Betung dan langsung disergap,” katanya.

Reporter: Yola Dwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *