KRIMINALITAS

Orangtua Diminta Awasi Anak-anak Hindari Tawuran

Sibernas.com, Palembang-Irjen Pol A Rachmad Wibowo mengimbau orangtua untuk mengawasi anak-anak saat malam hari di bulan Ramadan agar tidak terlibat aksi tawuran.

“Khususnya orangtua, di masa bulan Ramadan tolong diawasi anak-anaknya, kejadian tawuran maupun balap liar bahkan ada yang membawa sajam maupun petasan itu semakin marak. Jika terlibat tawuran akan kami lakukan penindakan,” ujar Rahmad, Senin (18/3/2024).

Kapolda meminta tokoh-tokoh di lingkungan masyarakat seperti Ketua RT tetap mengawasi kegiatan anak-anak muda yang berpotensi melakukan kegiatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama melaksanakan ibadah Ramadan.

“Tidak ada lagi yang balap liar dan tawuran, saya harap Ketua RT di lingkungan setempat dapat mengawasi dan melaksanakan ibadah di bulan berkah ini tanpa diganggu dengan hal yang bertenangan,” tegasnya.

Lihat Juga :  Dokter MYD Resmi Ditahan, Polda Sumsel Temukan DNA Korban di Dalam Suntikan

Sementara itu Pengamat Sosial dan Kebijakan Publik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr M Husni Thamrin menilai dengan kembali maraknya tawuran dan balap liar saat bulan Ramadan artinya ada lembaga yang tidak berjalan dengan baik.

“Ada lembaga yang tidak terlalu berfungsi untuk mengontrol masyarakat, karena remaja masih memiliki hasrat untuk menyalurkan energi kemudaannya. Misalnya pada kontrol pendidikan yang biasanya ada pesantren kilat di sekolah sekarang tidak ada lagi,” ujar Thamrin.

Menurutnya, bulan Ramadan semestinya dimanfaatkan oleh remaja untuk berkumpul dengan keluarga bukan malah melakukan kegiatan yang bersifat negatif.

“Saat bulan puasa momen tepat untuk membiasakan berkumpul dengan keluarga sebagai mekanisme pertahanan, sehingga tidak tertarik melakukan balap liar dan tawuran,” katanya.

Lihat Juga :  Tersulut Emosi, Pekerja Perbaikan Jalan Keroyok Sopir Feeder LRT Sumsel

Langkah aparat penegak hukum dengan terus melakukan razia secara rutin terutama pada waktu-waktu tertentu bisa mendidik para remaja.

“Kegiatan yang marak seperti balap liar dan tawuran artinya masyarakat tidak bisa menahan lingkungannya sendiri sehingga fungsi polisi, TNI, Dishub dan sebagainya perlu untuk mendidik masyarakat,” katanya.

Reporter: Yola Dwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *