EKONOMI

Tetapkan Harga Sewa Fantastis, Pedagang Pasar 16 Ilir Minta PT BCR Dibubarkan

Sibernas.com, Palembang-Pengelola Pasar 16 Ilir PT Bima Citra Realty (BCR) mendapatkan banyak kritikan dari para pedagang. Memegang kendali atas renovasi Pasar 16 Ilir, PT BCR dinilai banyak merugikan para pedagang, seperti pemasangan seng saat renovasi hingga mahalnya harga sewa terbaru.

Ketua Pengurus komisariat APPSI Ferinal Mulyadi mengatakan, pemasangan seng di sekeliling gedung dinilai pedagang membuat dagangan tambah sepi.

“Kami meminta Pj Walikota Palembang untuk segera melepas seng yang dipasang oleh PT BCR agar konsumen dan pengunjung leluasa masuk ke pasar 16 Ilir,” ujar Ferinal yang mewakili pedagang, Selasa (5/3/2024).

Turunnya penjualan hingga 70 persen, membuat pedagang lebih menjerit saat mendapatkan edaran resmi PT BCR menerapkan harga kios mulai Rp350 juta disesuaikan dengan letak dan ukurannya untuk masa sewa 25 tahun

Lihat Juga :  Pelaku Industri Dukung Mitigasi Dinamika Perdagangan Aset Kripto di Indonesia

Pihaknya meminta kepada Pj Walikota Palembang dan Pengelola Pasar Palembang Jaya untuk menentukan harga perpanjangan sertifikat HGB petak atau kios di Pasar 16 Ilir untuk dapat dimusyawarahkan dengan pedagang Pasar 16 Ilir

“Karena daya beli masyarakat yang menurun tajam hanya untuk sekedar pelaris saja susah ditambah beban hidup pedagang yang memprihatinkan di tengah ekonomi bangsa Indonesia yang tidak menentu serta kemampuan pedagang yang tidak sanggup membeli kios dengan harga yang mahal dan fantastis,” katanya.

Lantaran hal itu, para pedagang meminta agar Pemkot Palembang membatalkan perjanjian kerja sama dengan PT BCR karena keberadaannya telah merugikan dan membuat keresahan bagi pedagang di Pasar 16 Ilir.

Lihat Juga :  Hitung Mundur, Miliki Bagian Dubai. Amankan Sepotong Surga Anda: Acara Kepemilikan Properti Dubai

“Apabila tidak dilakukan maka kami pedagang Pasar 16 Ilir akan melaporkan kepada Kejaksaan Agung (Kejagung), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Perdagangan (Mendag),” katanya.

Menanggapi hal ini, Pj Walikota Palembang Ratu Dewa mengatakan, ikut prihatin atas kondisi perdagangan para pedagang yang melemah.

“Untuk mekanismenya akan ditentukan oleh PD Pasar yang lebih tahu kondisi dan kronologis persoalan ini,” katanya.

Reporter: Pitria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *