PALEMBANG

BBPOM Palembang Musnahkan Kosmetik Tak Layak Edar Senilai Rp39,9 Juta

Sibernas.com, Palembang-Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang memusnahkan 424 pcs kosmetik tak layak edar, Kamis (29/2/2024).

Ratusan kosmetik ini hasil dari intensifikasi pengawasan kosmetik pada klinik kecantikan yang dilaksanakan dari tanggal 19 sampai 23 Februari 2024.

Hal ini diungkapkan Plt Kepala BBPOM Palembang Tedy Wirawan, MSi, Apt, yang didampingi Plt Disperindag Provinsi Sumsel dan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumsel Taufik Husni di Aula BBPOM Palembang, Kamis (29/2/2024).

Plt Kepala BBPOM Palembang Tedy Wirawan mengatakan, untuk pengawasan dilakukan di tiga daerah. Yakni, Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

“Untuk jumlah sasaran yang dilakukan, ada 28 klinik kecantikan yang kita lakukan pengawasan,” katanya.

Lihat Juga :  DPW Pembela Suara Rakyat Sumsel Lakukan Aksi Demo Terkait Pelaksanaan PPDB Di SMAN 19 Palembang Diduga Tidak Sesuai Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021

Tedy mengatakan, dari 28 lokasi tersebut, ada 7 tempat ditemukan kosmetik yang tidak memenuhi standar.

“Kemudian untuk produk tersebut kita temukan 26 item, dan itu semua tanpa izin edar. Kami tidak menemukan yang diduga bahan berbahaya atau kadaluarsa, semuanya tanpa izin edar dengan total 424 pcs dengan total kerugian Rp39.904.000,” kata Tedy.

Selain parfum, BBPOM Palembang juga mendapati sejumlah bahan tanpa izin edar berupa krim racikan, skin whitening cream, facial wash, body lotion, dan serum.

Plt Disperindag Sumsel Henny Yulianti menambahkan, para pedagang akan melakukan beberapa upaya untuk menjual produknya. Pihaknya meminta masyarakat untuk lebih cerdas dan cerdik guna mengecek kadaluarsa, izin edar, kemasan dan lain sebagainya.

“Maka dari itu, jangan hanya melihat karena murahnya, akan tetapi kita memakai produk sesuai standar izin edarnya,” katanya.

Reporter: Pitria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *