SUMSEL

Harga Beras Tembus 17 Ribu Rupiah/Kg Dinas Ketahanan Pangan OI Gelar Pasar Murah

Sibernas.com, Inderalaya,—-Harga beras di sejumlah wilayah Sumsel mengalami kenaikan, termasuk di Indralaya, Ogan Ilir. Bahkan stok beras di Alfamart dan Indomart kosong sejak 2minggu terakhir. Pasalnya pembeli menyerbu beras yang dijual di dua toko bermerek tersebut lantaran mereka menjual Rp69.500 untuk 5kg beras premium

Seperti di Alfamart Inderalaya seberang Bank Sumsel sudah 2minggu terakhir stok berasnya kosong, menurut Evi penjaga toko biasanya setiap 3hari dari agen di Palembang diantar sebanyak 15-20karung beras, namun sejak 2minggu terakhir tidak ada lagi pengantaran beras.

“Ya kami hanya ada harga beras tidak ada barangnya, kalau mau ada beras merah 2kg harganya Rp35ribu. Kalau beras biasa kosong. Mungkin mau naik harganya jadi stoknya kosong, memang sebelum 2minggu lalu banyak orang beli beras disini,”ujarnya

Pihaknya selalu meminta agen untuk mengisi stok beras yang kosong, namun sampai saat ini tidak diisi. Biasanya beras yang dijual yaitu merek Raja Premium, Beras Alfa dan sebagainya. Menurutnya harga yang lebih murah dibandingkan di pasar membuat pembeli membeli beras ditokonya.

“Mungkin kemarin pas ada stok banyak pembeli yang memborong beras karena harganya lebih murah. Tapi sekarang stok kosong, kami sudah meminta ke agen di Palembang, saat ini agen masih menyesuaikan dengan harga dipasaran dan berasnya belum diantar ke kami untuk dijual,”ujarnya

Senada Alfamart di Toko Indomart Timbangan juga stok beras juga kosong, biasanya setiap dua atau tiga hari sekali agen mengantari toko tersebut 20karung beras kemasan 5kg. Namun sampai hari ini stoknya kosong. “Ya kami jual beras topi koki, raja, beras indomart, tapi kosong ya stoknya. Biasanya jual harga Rp69ribuan untuk 5kg beras, namun sampai kapan stok kosong kami tidak tahu. Mungkin akan ada harga baru jadi kami tunggu saja dari agen,”ujar pegawai Toko Indomart Ria

Sementara di pasar Inderalaya, harga beras saat ini berada di angka rata-rata Rp 15 ribu-Rp17ribu.

Pedagang beras bernama Amran yang merasakan dampak kenaikan beras sejak Desember tahun lalu.

Selain melayani eceran, Amran juga menjual beras premium kemasan ukuran 10 kilogram hingga 20 kilogram.

Dengan kenaikan harga ini, ia mengaku lebih banyak menerima permintaan beras kiloan dari warga.

“Kalau pembeli tetap ada. Tapi yang biasanya beli per karung, sekarang beli per kilo. Jadi lebih lambat lakunya,”katanya.

Berdasarkan informasi yang didapat pedagang, kenaikan harga beras karena terbatasnya stok dan baru memasuki musim tanam

Menurutnya semakin tinggi harga, semakin turun permintaan konsumen yang berdampak pada penurunan omzet.

“Siap-siap saja bakal ada kenaikan barang termasuk beras jelang Ramadan. Kami hanya bisa ikut keadaan,” jelasnya

Pembeli beras Pala warga Inderalaya mengatakan susah mendapatkan beras di Indomart dan Alfamart bahkan toko-toko atau warung kecil disini.

“Saya sampai muter-muter ke warung, ke Alfamart dan Indomart semua kosong. Kalau mau ke pasar kan agak jauh. Akhirnya dapat juga dengan harga Rp80ribu untuk 5kg beras. Bingyng juga kita pabrik penggilingan beras Buyung ada disini tapi cari beras juga susah dan harganya mahal. Jauh sekali melonjaknya harga beras ini, tolong kepada pihak terkait kami ingin agar sembako murah. Sering-seringlah ada pasar murah dan dalam jumlah banyak biar kami bisa beli,”ujarnya

Lihat Juga :  Halal Bi Halal Tahun 2024 Sekaligus Peringatan Hari Jadi Provinsi Ke 78, PJ Gubernur Sumsel Sampaikan Ini

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan H Abi Bakrin Sidik mengatakan mahalnya beras karena saat ini baru memasuki masa tanam belum panen, namun pihaknya akan mengadakan pasar murah sebagai solusi membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga murah, per paket boleh dibeli hanya untuk 1 orang

Kegiatan pasar murah diselanggarakan Jumat (22/2/2024) dimulai pukul 08.30wib di Kantor Ketahanan Pangan Pemkab Lama Inderalaya. Pembeli bisa memanfaatkan pasar murah tersebut, untuk 1 paket yaitu beras 5kg dan 1 liter minyak hanya Rp69ribu.

Sebelumnya Bupati Panca Wijaya Akbar mengatakan kenaikan harga bahan pokok ini, dikhawatirkan akan menyebabkan panic buying kepada masyarakat Kabupaten Ogan Ilir menjelang tibanya Ramadan 1445 Hijriyah.

Terhadap hal tersebut, Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar, telah mewanti-wanti masyarakat Kabupaten Ogan Ilir supaya tidak panik terhadap kenaikan harga bahan pokok

“Kami imbau kepada masyarakat di Ogan Ilir supaya tidak panic buying, terhadap kenaikan harga bahan pokok,” katanya dikutip dari Maklumatnews.com (Grup Media Ini), Rabu, 21 Februari 2024.

Penekanan juga disampaikan Bupati Ogan Ilir, kepada masyarakat menengah ke atas yang biasanya melakukan pembelian bahan pokok dengan skala besar.

“Kasihan dengan masyarakat menengah ke bawah, karena sangat berdampak kepada mereka. Harga sudah tinggi, barangnya juga tidak ada karena ada oknum yang panic buying,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.