KRIMINALITAS

Pasutri Edarkan Ratusan Ribu Pil Ekstasi di Wilayah Sumsel

Sibernas.com, Palembang-Ditnarkoba Polda Sumsel mengamankan dua pengedar Narkoba yang merupakan sepasang suami istri (pasutri), dan seorang kurir.

Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo, SIK, mengatakan, tersangka pertama berinisial HR (43), warga Dusun II, Desa Bailangu Timur, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba di Jalan Raya Palembang-Betung pukul 10.30 WIB.

Setelah itu polisi langsung mengembangkan dan kembali menangkap dua orang tersangka berinisial PJ (31) dan PN (28),warga Sultan M Mansyur, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat (IB) 1, Kota Palembang.

“Dari penangkapan ketiga tersangka, polisi juga mengamakan barang bukti 2500 butir pil ekstasi. Dari tangan tersangka HR diamankan 106 bungkus kemasan teh cina berisi 111,642 kg sabu dan 131,695 butir ekstasi dengan berat 22,182 kg di dalam kediaman tersangka PJ dan PN,” ujar Rachmad, Minggu (11/2/2024).

Lihat Juga :  Kebakaran di Hari Kedua Lebaran, Penghuni Rumah Meninggal Dunia

Ketiga tersangka dikendalikan oleh satu orang berinisial RK yang masuk dalam pencarinya orang (DPO) dan ketiga tersangka saling kenal. Tersangka mendapat perintah video call WhatsApp dari RK di Medan menggunakan nomor luar negeri.

Mereka diminta mengambil satu unit mobil yang sudah disiapkan berisikan Narkotika jenis sabu dan ekstasi di pinggir jalan yang telah ditentukan. Setelah itu mobil tersebut dibawa oleh tersangka ke rumahnya untuk menurunkan dan menyimpan Narkotika tersebut.

“Sebelum pengungkapan ini tersangka PJ dan PN pernah mengedarkan 50 kg yang terdiri dari sabu dan pil ekstasi. Setiap pengedaran atas perintah RK dengan memeritahkan pengiriman besar minimal satu paket berisikan 1 kg sabu dan 5000 pil ekstasi,” katanya.

Tersangka HR dikenakan pasal Primer Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Primer Pasal 114 ayat (2) Subsider dan Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Narkotika, dengan ancaman hukumannya pidana mati /pidana seumur hidup.

Lihat Juga :  Kebakaran di Hari Kedua Lebaran, Penghuni Rumah Meninggal Dunia

Rachmad mengatakan, ungkap kasus Ditresnarkoba ini merupakan prestasi namun dirinya menyadari barang yang sudah beredar jumlahnya sepuluh kali lipat dari yang berhasil digagalkan.

“Dalam melakukan pemberantasan Narkotika Polri dan BBM tidak bisa bekerja sendiri, sangat diperlukan bantuan dari selurah lapisan masyarakat termasuk ormas dan yang paling penting media. Penanganan Narkotika harus kompak bersama informasi dari masyarakat sangat diperlukan seperti ungkap kasus yang dilakukan Polres Banyuasin menggunakan Human Intelejen,” katanya.

Reporter: Yola Dwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.