KRIMINALITAS

Sempat Terbakar Hebat, Pemilik Tempat Pengolahan Minyak Ilegal Di Babat Toman Diringkus

Sibernas.com, Palembang-Pemilik tempat penyulingan minyak ilegal yang terbakar di Pal 8 Desa Sereka, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), beberapa waktu lalu akhirnya ditetapkan sebagai tersangka

Tersangka berinisial HR merupakan pemilik tempat usaha penyulingan minyak tradisional ilegal dan sudah beroperasi 8 bulan di Pal 8 Desa Sereka, Babat Toman, Muba.
HR diamankan setelah tempat usaha minyak ilegalnya itu terbakar, Jumat (12/1/2024) pukul 23.15 WIB.

“Dari hasil penyelidikan polisi HR ternyata tidak sendirian, HR menjalankan usahanya bersama dua rekannya yaitu SL dan SR yang masih berstatus DPO Mereka mengolah minyak secara ilegal,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Sunarto, Rabu (17/1/2024).

Lihat Juga :  Oknum Dokter Lecehkan Istri Pasien Ditetapkan Tersangka

SL, HR dan SR melakukan pengolahan minyak tradisional dengan cara memasak minyak mentah menggunakan tungku, untuk menghasilkan BBM solar, bensin dan jenis minyak lainnya tanpa memiliki izin.

“Dari hasil pemeriksaan tersangka, diduga penyebab kebakaran berasal dari percikan mesin pompa minyak saat memindahkan minyak ke tedmon penampungan minyak api membakar tungku masak minyak sulingan.

Dikatakan Sunarto, pelaku berhasil mengolah minyak sebanyak 120 drum setara dengan 24,000 liter, yang mengakibatkan timbulnya kerusakan lingkungan dan kebakaran. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban luka dan korban jiwa.

“Jumlah minyak yang diolah sebanyak 120 drum atau setara dengan 24.000 liter, untuk keuntungan sebesar Rp5 juta per bulan,” katanya.

Lihat Juga :  Berlinang Air Mata, Istri dan Anak Korban Pembunuhan Dimakamkan Dalam Satu Liang

Selain mengamankan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti 1 drum kapasitas 200 liter, 1 selang 3 meter, 2 mesin penyedot minyak/ air, 1 tungku, 1 pipa besi, 2 blower ukuran 2,5 inch, dan 4 jerigen kapasitas 1 liter berisikan minyak sisa peristiwa kebakaran.

Polisi menjerat pelaku dengan pasal 53 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas, sebagaimana telah diubah dalam pasal 40 ke 8 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang JO pasal 188 KUHP JO pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Reporter: Yola Dwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.