KRIMINALITAS

Saling Ajak Lewat DM Instagram, Dua Remaja Duel di TPU Karang Kerikil Diamankan

Sibernas.com, Palembang-Tim Gabungan Unit 1 Subdit Jatanras Polda Sumsel dan Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil mengidentifikasi dan menangkap para remaja yang melakukan aksi perkelahian menggunakan senjata tajam di komplek TPU Talang Kerikil atau Kuburan Cina.

Dua perempuan tersebut berinisial AP dan ITN yang melakukan perkelahian menggunakan senjata tajam. Empat remaja lainnya IQ, KV, BR, dan DK yang berperan sebagai penonton, merekam video dan menyoraki saat aksi gladiator tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes M Anwar mengatakan, setelah adanya video yang viral di media sosial pihak kepolisian langsung melakukan mengidentifikasi dan mengamankan delapan remaja tersebut.

“Remaja tersebut masih di bawah umur, dan dua remaja perempuan yang berkelahi ditemukan luka di bagian tangan dan muka. Keduanya sempat membuat laporan polisi di Polrestabes Palembang pada 16 Januari 2024,” ujar Kombes Anwar
di Press Room Gedung Presisi Polda Sumsel, Rabu (17/1/2024).

Lihat Juga :  Akun M Banking Dihack, Uang Rp700 Juta Raib

Pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti antara lain dua pasang pakaian yang dikenakan kedua remaja perempuan. Polisi juga menyita pakaian salah satu remaja laki-laki yang menjadi wasit, termasuk korek api yang menyerupai senjata api revolver yang dipegangnya saat aksi gladiator tersebut.

“Untuk senjata tajam jenis celurit yang digunakan untuk melakukan perkelahian masih kita cari keberadaanya,” katanya.

Kedua remaja perempuan yang melakukan perkelahian disangkakan pasal tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak pidana penjara selama- lamanya la tahun dan denda Rp100 juta. Juga pasal184 (2), (3) KUHP atau pidana penjara selama lamanya 4 tahun.

Lihat Juga :  Ungkap Pembunuhan Sadis 1 X 24 Jam, Kapolda Beri PIN Emas

Sementara tersangka AP mengatakan, perkelahian tersebut berawal dari ajakan salah satu remaja mengajak berduel melalui direct message (DM) instagram.

“Saya kenal ITN dari media sosial dan menantang saya untuk berduel. Sebelumnya ITN sempat membuat status di IG dengan kode ‘RDN’,” ujar AP.

AP merasa kesal dengan ITN karena ITN merasa menyombongkan diri sempat menang dalam aksi tawuran.
AP mengaku mengalami luka akibat sabetan benda tajam di bagaian tangan kanan dan mendapatkan 29 jahitan luka, sementara ITN mengalami luka di bagian muka.

Sementara KV mengaku sengaja membawa pistol mainan tersebut dari rumah.

“Saya hanya gaya-gayaan saja bawa pistol itu,” ujar KV.

Reporter: Yola Dwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.