KRIMINALITAS

Polda Sumsel Ungkap Kasus Penyelundupan Batubara Tujuan Jakarta

Sibernas.com, Palembang-Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel berhasil menggagalkan pengangkutan batubara tanpa izin di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kecamatan Batu Kuning, Baturaja, Kabupaten OKU.

Diketahui batubara ilegal ini berasal dari tambang rakyat yang ada di Desa Pulau Panggung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, yang tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari pemerintah.

Pihak kepolisian juga mengamankan sopir berinisial AR (51) beserta barang bukti satu unit truk tronton dengan nomor polisi BG 8376 OG yang berisi muatan batubara seberat 28 ton.

“Pengungkapan angkutan batubara ilegal ini berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat yang mengeluhkan banyaknya mobil bermuatan batubara melintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kecamatan Batu Kuning Kabupaten OKU yang tidak dilengkapi dengan dokumen perizinan yang sah,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Sunarto, Rabu (17/1/2023).

Lihat Juga :  Lecehkan Agama Islam & Kristen, LBH Qisth Minta Pendeta Gilbert Ditangkap

Setelah itu, anggota langsung memeriksa identitas sopir beserta surat izin pengangkutan batubara, namun sang sopir tidak bisa menunjukkan surat menyuratnya.

“Dari hasil penyelidikan sopir mengaku batubara yang diangkutnya diambil dari tambang rakyat di Desa Pulau Panggung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Mura, yang akan dibawa ke Jakarta,” katanya.

Setelah didalami tersangka diperintahkan oleh AN selaku pengurus kendaraan untuk mengambil muatan batubara ke lokasi, jika sudah di sana ada lagi yang mengurusnya yakni A.

“Rencananya batubara akan dikirimkan ke Jakarta dan akan diarahkan kembali oleh A pada saat pelaku sampai di Lampung. Tersangka juga menerima upah Rp1,2 juta sekali angkut. Setiap Pengangkutan batubara pelaku menerima upah atau gaji Rp1,2 juta dan uang jalan sebesar Rp9 juta,” katanya.

Lihat Juga :  Pembunuh Ibu & Anak Adalah Mantan Karyawan, Motif Dendam!

AR dikenakan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan ancaman pidana 5 tahun penjara.

Reporter: Yola Dwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.