CAHAYA ISLAM

Libatkan Allah SWT Apapun Kondisi yang Kamu Alami

Sibernas.com, Palembang-Sesungguhnya manusia tidak bisa hidup hanya mengandalkan dirinya, manusia yang hanya mengandalkan dirinya akan ditimpa banyak permasalahan.

Manusia ini memiliki banyak keterbatasannya bahkan cenderungnya manusia itu rugi, Sebagaimana dalam ayat Allah SWT. Belajar dalam melibatkan Allah SWT itu merupakan sesuatu yang darurat dan sangat penting dalam kehidupan, jika ingin kehidupan ada keajaiban, diberi jalan keluar ketika bertemu jalan buntu, atau ketika saat ingin meraih hal yang dianggap mustahil.

“Banyak hal yang bagi kita jauh tapi bagi Allah SWT dekat, bagi kita besar tapi bagi Allah SWT kecil, bagi kita mahal tapi bagi Allah SWT murah. Kalau kita hidup hanya mengandalkan diri maka banyak hal yang akan kita hadapi dengan keluh kesah,” ujar Ustadz Hanan Attaki dalam chanel youtube.

Akan tetapi, jika manusia hidup melibatkan Allah, maka akan menjadi manusia yang optimis, jika mendapat masalah sabar, jika mendapat kenikmatan bersyukur.

“Dan itulah hakikat kehidupan seseorang antara sabar dan syukur, karena keduanya adalah kebaikan. orang yang ahli hikmah adalah baik atau tepat dalam ucapan dan perbuatan,” katanya.

Salah satu diantara hikmah yang luar biasa tentang bagaimana cara kita melibatkan Allah SWT adalah salah satu diantara tanda-tanda orang terlalu bergantung kepada ikhtiar, amalnya, perbuatannya, usahanya adalah berkurangnya harapan kepada Allah SWT ketika ada masalah dalam hidupnya.

“Penjelasan di atas mengajarkan kita pada saat kita berani berharap yang baik kepada Allah SWT kalau yang kita harapkan itu masih logis.
Sebagai contoh kita merasa layak dapat pekerjaan dan sehingga kita daftar di suatu perusahaan. Kita masih berharap pada Allah SWT untuk mempermudah urusan kita. Namun ketika ternyata kita ditolak pekerjaan dan merasa pintu-pintu bumi ditutup maka muncul rasa putus asa dan tidak mengharap lagi pada Allah SWT. Padahal orang yang baik dalam melibatkan Allah SWT itu di saat pintu bumi tertutup dia masih berharap pada Allah SWT. Dan di saat itulah Allah SWT terlibat,” jelasnya.

Justru, pada merasa pintu-pintu yang ada di bumi tertutup, keadaan sedang sulit dan mentok, manusia meninggalkan maka di keadaan inilah harus melibatkan Allah SWT karena tidak tercampur dengan keyakinan kepada makhluk.

“Di saat kita mentok dan tidak ada harapan manusia di bumi, kita justru semakin besar harapannya kepada Allah SWT. Dan itulah cara paling ajaib melibatkan Allah SWT,” katanya.

Jangan hanya bergantung kepada ikhtiar dan usaha saja. Meskipun kegagalan ada di depan mata yang bahkan kamu percaya akan berhasil. Maka saat itulah kamu libatkan Allah SWT untuk mendapatkan keajiaban dari Allah SWT.

“Jangan berhenti berharap kepada Allah SWT, yakin dan bersandar kepada Allah SWT. Justru berharap kepada Allah SWT di saat sedang keadaan sulit itulah yang cara paling ajaib yang mendatangkan keajaiban dari Allah SWT,” katanya.

Dalam surah An Naml ayat 62 “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadanya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? amat sedikitlah kamu mengingati(nya),”

Siapakah yang akan menjawab doa orang yang ketika Mudthar (orang yang sedang dalan kesulitan luar biasa (mentok). Hanya Allah SWT yang bisa menjawab. Di dalam ayat ini Allah SWT memberi nasihat bahwa jika manusia tidak menjawab, meninggalkanmu, berpaling darimu maka Allah SWT tidak akan menyia nyiakanmu walaupun kamu pendosa sekalipun.

Reporter: Trijumartini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.