KRIMINALITAS

Pengoplos BBM Solar Subsidi di Talang Keramat Ditangkap, Dapat Upah Rp500 Ribu

Sibernas.com, Palembang-Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel menangkap pengoplos bahan bakar minyak (BBM) solar subsidi dengan menjual ke beberapa SPBU di Banyuasin.

Penangkapan tersebut dilakukan di sebuah gudang penyimpanan BBM yang berlokasi di Jalan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Selasa (9/1/2024) pukul 00:30 WIB.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Sunarto didampingi Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus AKBP Bagus Suryo Wibowo mengatakan, menyita 10 ton BBM solar subsidi yang dioplos di gudang tersebut, beserta baby tank dan tedmond yang digunakan untuk menampung BBM. Polisi mengamankan dua orang tersangka, yaitu FJ (20) dan JM (16), yang berperan sebagai pengoplos BBM atas perintah AM pemilik gudang yang buron.

Kedua tersangka tersebut berperan mencampurkan BBM solar dengan beberapa BBM solar yang diduga hasil olahan. Pelaku meniru atau memalsukan BBM solar dan hasil olahan.

Lihat Juga :  Tragis, Tewas Kecelakaan Usai Pamit Ambil Uang di ATM

“Kegiatan pencampuran BBM solar subsidi dengan BBM solar yang diduga hasil olahan, dengan persentase perbandingan 100 liter (minyak olahan jenis solar) dengan 300 liter (minyak solar subsidi yang didapat dari SPBU), menggunakan alat pengaduk yang terbuat dari kayu,” ujar Sunarto, Kamis (11/1/2024).

BBM tersebut diantar ke gudang oleh pelaku pembelian BBM solar subsidi secara berulang yang diduga berasal dari beberapa SPBU. Sarana angkutan yang digunakan berupa mobil pribadi berjenis Kijang Kapsul dan Mitsubisi Pajero.

“Dari proses pengolahan pencampuran tersebut diperoleh BBM jenis solar menyerupai BBM yang dikeluarkan oleh Pertamina pada umumnya,” katanya.

Tersangka FJ mengaku, solar olahan tersebut selanjutnya dijual kembali kepada konsumen oleh saudara AM dan menerima upah Rp500 ribu per bulan dari pekerjaan tersebut.

Lihat Juga :  Dituduh Jadi Informan Polisi, Rusli Dikeroyok Pakai Kayu

“Baru tiga bulan ikut bekerja dengan AM. Diupah Rp500 ribu per bulan,” katanya.

“Belajar ngoplos BBM dari AM, kalau jual minyak hasilnya saya kurang tahu berapa,” tambahnya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah diubah dengan pasal 40 angka 9 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja dan atau Pasal 54 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dan atau Pasal 480 (Ayat 1) KUHPidana.

Reporter: Yola Dwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.