POLITIK

Ogan Ilir Bukan Daerah Rawan Konflik, Media Diminta Tangkal Hoaks di Pemilu 2024

Sibernas.com, Ogan Ilir—- Tahapan Pemilu 2024 saat ini memasuki masa kampanye selama 75 hari mulai 28 November lalu hingga 10 Februari tahun depan.

Proses menuju Pemilu di Ogan Ilir dipersiapkan agar jangan sampai terjadi konflik yang berdampak pada kondusifitas wilayah.

Media massa sebagai pilar keempat demokrasi diminta turut berkontribusi terhadap kondusifitas selama tahapan Pemilu.

Kepala Diskominfo, Statistik dan Persandian Ogan Ilir, Ferdian Riza Yudha menyebut media harus menjadi garda terdepan menangkal hoaks.

“Saat banyak informasi berseliweran dan belum tentu kebenarannya, maka peran media harus menangkal itu,” kata Ferdian pada kegiatan konsolidasi pengawasan tahapan kampanye yang diselenggarakan Bawaslu Ogan Ilir, Jumat (8/12/2023).

Lihat Juga :  Masuk Kabinet, AHY Dilantik Jadi Menteri ATR

Berkaca pada Pemilu sebelumnya, informasi yang belum tentu kebenarannya apalagi hoaks, sangat banyak muncul dan sulit ditangkal.

Menurut Ferdian, media massa menjadi saluran yang paling dipercaya sebagai asupan informasi, dibanding media sosial.

“Begitu ada informasi yang tidak benar, berita bohong, media punya tanggung jawab meluruskannya. Kesalahan informasi itu seketika dapat ditepis dengan berita yang valid, berimbang,” ucap Ferdian.

Pria berkacamata ini melanjutkan, berdasarkan data Litbang KOMPAS, daerah Sumatera Selatan termasuk Ogan Ilir tidak termasuk rawan konflik.

Namun percikan api konflik bisa saja dipicu oleh berita hoaks yang disebarkan secara terus-menerus tanpa ada penawar dari media massa.

Lihat Juga :  Golkar-Gerindra Bersaing Posisi Ketua DPRD Sumsel

“Maka peran media massa menangkal hoaks pada Pemilu serentak tahun 2024 ya itu. Karena peran media selain menginformasikan, mencerdaskan, juga mempengaruhi,” kata Ferdian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.