NASIONAL

Miris, Tegur Siswa Karena Tidak Sholat, Guru PAI di NTB Dilaporkan ke Polisi Begini Kronologinya…!

Sibernas.com, NTB—  Sungguh sangat disayangkan apa yang menimpa seorang guru honorer Mata Pelajaran (Mapel) Pendidikan Agama Islam (PAI) di Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Lantaran dirinya dilaporkan ke polisi oleh salah seorang muridnya karena merasa tidak senang saat ditegur  sang guru saat tidak mengikuti program sholat berjamaah yang digagas pihak sekolah.

Atas peristiwa tersebut, Akbar Sarosa oknum guru yang dilaporkan ke polisi oleh muridnya ini juga dikabarkan dimintai uang denda senilai 50 juta rupiah.

Menaggapi hal itu, Pihak Komite SMKN 1 Taliwang meminta agar Pengadilan Negeri Sumbawa membebaskan terdakwa Akbar Sarosa. Komite sekolah meminta hakim untuk membebaskan terdakwa kerana terlapor disebut hanya mau mendidik bukan menyakiti. Hal itu terbukti tidak adanya cidera pada pelapor, meskipun terlapor sempat memberikan teguran berupa pukulan. Namun belakangan dikatahui sang guru memukul karena siswa tidak mau ikut sholat berjamaah yang sudah menjadi program sekolah.

Lihat Juga :  Puan Hadiri WWF ke 10 di Bali, Komitmen Kuat Parlemen di Ketahanan Air Dunia

Tindakan yang dilakukan dianggap bukanlah tindak kekerasan atau kriminal yang membahayakan korban. Sejumlah guru pun banyak yang mendukung keputusan itu dan mengklain tindakan itu sebagai wujud mendisiplikan siswa akan pentingnya membangun pondasi keimanan melalui sholat.

Diketahui sebelumnya, banyak guru di Sumbawa Barat pun sempat menggelar aksi membela Akbar ke tengah jalan. Orator dalam aksi tersebut pun meminta para penegak hukum melihat kasus ini dengan terbuka.

“Bapak-bapak jaksa yang hari ini menuntut guru yang hari ini dengan Undang-undang yang dipahaminya akan menuntut seorang guru kami juga mengetuk hati bapak-bapak jaksa, tolong lihat guru sebagai orang yang berjasa,” ujar orator dalam aksi tersebut.

Diketahui jika Akbar dilaporkan oleh salah satu orang tua muridnya yang tak terima anaknya dihukum. Murid tersebut sebelumnya mangkir dari sholat berjemaah di sekolah. Akbar pun menghukum beberapa murid tersebut. Kini, Akbar terancam dipenjara dan dituntut denda sebesar Rp50 juta.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *