KRIMINALITAS

Ditreskrimsus Polda Sumsel Ratusan Batang Kayu Ilegal

Sibernas.com, Palembang-Ditreskrimsus Polda Sumsel mengamankan ratusan log kayu dari tempat pembalakan liar di salah satu hutan di Desa Macang Sakti, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Hal tersebut diungkap Wadir Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Putu Yudha Prawira dan Kasubdit Tipidter AKBP Tito Dani, ST, pada giat ungkap kasus, Kamis (7/9/2023).

Dari pengungkapan tersebut pihak kepolisian mengamankan tiga orang dari tempat pembalakan liar dan sebanyak 700 log kayu pada, Selasa (5/9/2023) pukul 01.00 WIB.

“Berawal dari laporan masyarakat melalui aplikasi Bantuan Polisi (Banpol), kita tindak lanjuti. Awalnya kita mau chek ke ulu (hutan) namun karena informasi tersebut bocor, jadi tidak ada kegiatan, jadi kita masuk ke lokasi Sawmill (tempat pemotongan kayu). Di lokasi itu kita temukan 700 balok batang kayu atau 250 kubik,” jelas Wadir.

Sebanyak 700 batang kayu dengan berbagai jenis labu, sepang, mendarahan atau dara-dara, duren, meranti, kemang, racuk dan lain-lain yang berasal dari salah satu hutan produksi meranti sungai merah, Sanga Desa, Muba.

Lihat Juga :  Jadi Korban Tabrak Lari, IRT Tewas Ditabrak Truk

Selain batang kayu pihak kepolisian juga menyita dua unit kendaraan. Yakni, satu truk Mitsubishi Colt Diesel PS125 tanpa nomor polisi (nopol). Lalu, ada juga satu unit mobil Daihatsu Grand Max BG 8047 IW.

“Pelaku mempunyai berapa peranan dalam kegiatan Illegal logging tersebut. Yakni, SP, s pengurus sawmill hasil bumi dan SW bagian keuangan. Termasuk YS pemilik sawmill,” katanya.

Pihaknya juga melakukan pemeriksaan saksi dan tersangka. Menitipkan barang bukti di Polsek Sanga Desa dan melakukan koordinasi dengan KPKNL terkait dengan proses lelang kayu.

Ditreskrimsus juga masih akan melakukan pendalaman terkait dugaan keterkaitan masyarakat sekitar yang diduga mengantar balok kayu tersebut kepada para tersangka.

“Apakah benar balok kayu tersebut diantar oleh masyarakat atau tebang sendiri atau dengan cara membayar orang,” katanya.

Lihat Juga :  Mayat Mr X Ditemukan di Pelabuhan Bom Baru, Kaki Diikat Rantai dan Diberi Pemberat

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 78 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana diubah pasal 36 angka 19 ke (2) ketentuan Pasal 78 (2) Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang berbunyi dan/atau melakukan pengolahan kayu tanpa izin sebagaimana dalam pasal 83 ayat 1 huruf c jo pasal 12 huruf h dan/atau orang perseorangan yang dengan sengaja menerima, membeli, menjual dan atau memiliki hasil hutan yang diketahui berasal dari pembalakan liar sebagaimana dalam pasal 87 ayat 1 huruf a, b jo pasal 12 huruf k dan l Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2018 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Sementara tersangka YS mengatakan, kegiatan mengolah kayu hutan tersebut sudah dilakukan selama 1 tahun dan rencana baru akan dijual untuk bahan bangunan.

Reporter: Yola Dwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *