KRIMINALITAS

Kurir Sabu AntarPulau, Polisi Sita Barang Bukti 9,5 Kilogram

Sibernas.com, Palembang-Anggota Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Palembang bersama Polsek Ilir Timur (IT) I menyita 9,5 kilogram (Kg) sabu di tiga lokasi berbeda. Polisi juga menangkap seorang bandar saat sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Sukabangun, Senin (7/8/2023).

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Haryo Sugihartono mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari anggota Polsek IT I mendapatkan informasi adanya transaksi Narkoba dalam jumlah besar di salah satu hotel di Palembang.

“Mendapatkan informasi itu, polisi langsung mengecek kebenaran informasi itu,” ujar Haryo saat melakukan ungakap kasus, Selasa (15/8/2023).

Setelah melakukan pengecekan di salah satu hotel di Jalan Sukabangun II, tepatnya depan Bakso Sony, Kecamatan Sukarami, Palembang, polisi mendapatkan barang bukti 1 bungkus sabu di dalam jok motor bersama dengan tersangka.

Lihat Juga :  Kebakaran di Hari Kedua Lebaran, Penghuni Rumah Meninggal Dunia

Kemudian kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan pengembangan dengan mendatangi rumah orangtua tersangka di Jalan Sukabangun II, Griya Gotong Royong Soak Simpur, Kecamatan Sukarami.

“Setelah mendapatkan barang bukti, Kapolsek IT I AKP M Ismail melalukan koordinasi sehingga anggota Satres Narkoba turut serta dalam pengembangan lanjutan,” katanya.

Tim Gabungan Polsek IT I dan Satres Narkoba Polrestabes Palembang berhasil menemukan bareng bukti sabu 6kg di rumah tersangka di Jalan Beringin Raya, Lorong Kayu Ara, Kecamatan IT III, Palembang.

“Jadi secara total polisi mengamankan barang bukti 9,5kg sabu dari tangan tersangka di 3 lokasi berbeda. Awalnya kita mengira 9kg, tapi setelah menghitung kembali ternyata bareng bukti ada 9,5kg sabu,” bebernya.

Lihat Juga :  Wiwin Tewas Terpanggang, Pulang ke Rumah Untuk Beberes Jelang Lebaran

Tersangka merupakan seorang pengendara dan pemain lama dengan jaringan antarprovinsi

“Tersangka ini kita ketahui merupakan pemain lama, dan barang bukti merupakan dari jaringan Jawa. Dan barang ini sendiri berasal dari Aceh,” ungkapnya.

Selain mengamankan sabu, anggota turut mengamankan barang bukti telepon seluler (ponsel) dan motor tersangka. Dalam hal tersebut tersangka terancam dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun.

“Dengan ungkap kasus yang kita lakukan ini setidaknya menyelamatkan 27.000 jiwa. Dengan estimasi 1 gram untuk tiga orang,” tandasnya.

Reporter: Yola Dwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.