CAHAYA ISLAM

Tidak Beriman Namun Baik, Habib Jafar: Surga Hak Prerogatif Tuhan

Sibernas.com, Palembang-Tidak beriman namun baik, apakah amalnya dihitung di hari akhir nanti dan akan masuk surga? Habib Husein Bin Jafar Al Hadar mengatakan bahwa surga adalah hak prerogatif Tuhan yakni Allah SWT.

Hal itu dikatakan Habib saat berbincang dengan penyanyi terkenal Ashanty beberapa waktu yang lalu, ketika itu Ashanti bertanya tentang orang yang baik namun meninggal dalam keadaan bukan muslim.

“Ada penyampaian tentang tidak masuk surga bagi yang bukan muslim itu benar, namun surga dan neraka adalah hak prerogatif Tuhan,” kata Habib pada podcast itu.

Habib menjelaskan bahwa kafir itu artinya menutup, dalam Islam menutup hati dan pikiran, tidak bertemu dengan Islam namun terus mencari, bisa saja matinya orang ini dalam keadaan fitrah.

“Tidak bertemu Islam meski sudah terus mencari, karena ketidaktahuan itu bisa saja ini termasuk fitrah, atau bertemu namun dalam versi yang salah asalkan dia terus mencari namun tidak bertemu,” kata Habib.

Dalam hal ini fitrah akan dihitung berdasarkan prosesnya bukan hasilnya, dan orang muslim sendiri juga begitu meski dari lahir muslim tetap saja dihitung tentang keislamannya.

“Islam itu termasuk kata kerja bukan kata benda, jadi muslim harus bekerja dengan keislamannya, ketika muslim namun tidak sholat, tidak berbuat baik dan tidak menjalankan keislaman dengan baik ya sama saja tidak menemukan Islam itu sendiri,” kata Habib.

Habib bilang, bahwa seseorang boleh saja beriman dan mengklaim berhak atas surga dan keislaman itu, namun surga akan diberikan kepada seseorang yang terbukti menjalankan keislaman itu.

“Meski muslim dari lahir, namun tidak berbuat dengan keislamanya, ya juga akan ada hisabnya di akhirat kelak,” kata habib.

Sehingga, memang sudah menjadi tanggung jawab seorang muslim untuk mendakwahkan Islam dengan baik, jangan sampai ada orang tidak menjadi muslim karena tidak mendengar tentang Islam sebagaimana mestinya.

“Surga itu hak prerogatif Tuhan, tentang amal mereka yang tidak beriman seperti fatamorgana dan itu benar, namun ukuran dan tentang Surga itu hanya Allah yang berhak menentukan,” kata Habib.

Habib mencontohkan bahwa, seseorang yang terus menerus menyapu di halam kantor, sudah membersihkan dan sebagainya, namun akhir bulan nagih gaji ke Bos, dan tidak diberi.

Hal itu wajar, karena orang ini tidak pernah mendaftar sebagai karyawan bahwa tidak pernah bertegur sapa dengan bos di sana.

“Tapi saya sudah berbuat baik di sini, ya tapi kamu tidak daftar, bukan karyawan bahkan tidak menyapa saya, dan begitulah sekilas tentang hal itu,” kata Habib.

Habib mengatakan, orang yang tidak beriman namun baik akan dibalas dengan kebaikan pula dan itu didunia sebab tidak kontraknya dengan Allah SWT.

“Karena surga itu tidak hanya dengan berbuat baik, namun juga percaya hari akhir, percaya kepada Allah dan menjalankan keIslaman itu dengan baik,” kata Habib.

Habib juga menegaskan bahwa ukuran seseorang sehingga masuk surga juga ditentukan oleh Allah dan hanya Allah yang mengetahui hal itu.

Reporter: Reno

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.