PENDIDIKAN

Oknum Dosen PTS di Palembang Diduga Plagiat Karya Ilmiah

Sibernas.com, Palembang-Sejumlah massa dari Gerakan Anti Plagiat (GAP) mendatangi Universitas Kader Bangsa (UKB) Palembang, Senin (12/6/2023). Demonstrasi didasari praktik plagiat yang dilakukan oleh oknum dosen yang merangkap sebagai Dekan di UKB.

Jimi perwakilan demonstran mengatakan, oknum dosen itu mengklaim jurnal yang dibuat sebagai hasil penelitiannya, padahal hasil praktik plagiat.

Padahal berdasarkan bukti Turnitin
atau aplikasi untuk mengecek keberadaan plagiasi pada sebuah karya tulis ilmiah secara otomatis
jurnal tersebut terbukti plagiat, dan milik seorang dosen bernama Arlis di Fakultas Syariah, Universitas Imam Bonjol.

“Padahal ambang batas plagiat maksimal 25 persen, ini sudah 90 persen sangat parah sekali,” katanya.

Dia mengatakan, oknum dosen tersebut juga telah melanggar Hukum Undang-Undang Pidana pasal 380 tentang Plagiarisme dan pasal 9 dan pasal 10 ayat (3) Peraturan Kementerian Pendidikan Nomor: 39 tahun 2021 tentang Integritas Akademik.

“Aksi ini ditujukan untuk semua dosen. Namun ada satu dosen yang menjadi sampel dan diduga telah melakukan plagiasi jurnal ilmiah,” kata Jimi.

Mereka meminta Rektor UKB melakukan penanggulangan dan jika terbukti harus memecat oknum dosen tersebut. Dia juga meminta LLDIKTI Wilayah II untuk membatalkan semua proses jenjang jabatan akademik beserta haknya untuk diusulkan menjadi guru besar di kemudian hari.

Kuasa Hukum UKB M Aminudin mempertanyakan massa yang melakukan aksi karena tidak mempunyai identitas di kampus maupun dalam izin di pihak kepolisian.

“Kami bingung, mereka dari golongan mahasiswa atau masyarakat umum, atau pelajar? Karena dalam izinnya di Polrestabes atas nama GAP, tidak ada alamat ataupun identitas,” ujar Aminuddin.

Dia mengatakan, tuntutan massa aksi adalah plagiat yang dilakukan oleh dosen kampus swasta di Indonesia tapi kenapa demonya di UKB. Massa juga tidak menyebutkan nama yang melakukan plagiat, dan tidak ada korbannya sehingga UKB tidak bisa memberikan tanggapan.

Aminuddin mengatakan, jika benar ada dugaan plagiarisme pihak GAP harus membuktikan kebenaran dugaan tersebut. Langkah selanjutnya melakukan pelaporan ke pihak kepolisian karena hal tersebut merusak nama baik kampus.

“Sesuai dengan amanat Ibu Rektor, kita akan melaporkan dengan dasar pencemaran nama baik, tanpa adanya klarifikasi,” katanya.

Reporter: Yola Dwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.