KRIMINALITAS

Lina Mukherjee Jalani Wajib Lapor Perdana di Mapolda Sumsel

Sibernas.com, Palembang-Selebgram Lina Mukherjee menjalani wajib lapor penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kamis (11/5/2023). Bersama kuasa hukumnya H Andi Bashar Kr Bagong, SH, MH, Lina mendatangi Gedung Ditreskrimsus Polda Sumsel sekitar pukul 08.44 WIB.

Dari pantauan, Lina kembali diperiksa selama 3 jam dan keluar sekitar pukul 12.00 WIB dengan memakai pakaian berwarna kuning. Lina dan kuasa hukumnya menjelaskan maksud kedatangan mereka untuk menjalani wajib lapor dan BAP tambahan terkait laporan yang sedang dijalani.

“Ini adalah wajib lapor pertama klien saya, dan BAP tambahan untuk melengkapi penyelidikan,” jelas Andi.

Dia mengatakan, pertanyaan penyidik tidak terlalu banyak dan ada beberapa hal yang dijelaskan oleh penyidik Ditreskrimsus.

Terkait pelapor meminta penangguhan tanahan dan meminta agar Lina ditahan kuasa hukum lina mengatakan, hal tersebut merupakan hak pelapor.

Lihat Juga :  Salip Truk dari Kiri, Pengendara Motor Terlindas Truk

“Hak pelapor yang penting kami ikuti proses hukum yg berlaku,” tambah Andi Bashar.

Saat ditanya tentang apakah ada upaya damai yang dilakukan kuasa hukum lina selalu berusaha, semua keputusannya ada pada pelapor.

“Kami masih berusaha karena Tuhan saja maha pemaaf dan kami meminta untuk lina dimaafkan dimaafkan,” katanya.

Sementara Lina Dia menerangkan, terkait video call yang diberitakan merupakan opsi dari penyidik jika Lina tidak bisa hadir ke Mapolda Sumsel.

“Saya jelaskan untuk video call dilakukan jika saya dalam keadaan sakit, tapi pada faktanya saya harus wajib lapor dan harus datang ke sini,” jelas Lina.

Lihat Juga :  Polda Sumsel Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ribu Benih Lobster

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel Kombes Agung Marlianto mengatakan, Lina datang dalam rangka panggilan penyidik. Agenda satu kontrol panggilan kedua pemeriksaan tambahan.

“Bahwa dengan kedatangan bersangkutan hari ini pihaknya juga turut memberikan apresiasi,” katanya.

Sedangkan berkaitan dengan penahanan terhadap Lina itu merupakan kewenangan dari penyidik.

“Apabila dikhawatirkan yang bersangkutan melarikan diri, atau tidak kooperatif kita lakukan penahanan, tapi sejauh ini kita lakukan pemanggilan yang bersangkutan hadir,” ujarnya.

“Dan berdasarkan dari keterangan dokter, rekam medis memang yang bersangkutan memang ada gangguan maag akut dan urgensinya untuk ditahan belum diperlukan oleh penyidik,” tambahnya.

Reporter: Yola Dwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *