PALEMBANG

Lampu Jalan Paling Banyak Jadi Keluhan Warga saat Reses

Sibernas.com, Palembang-Berdasarkan hasil reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang pada 14-18 April 2023, tercatat beberapa keluhan dari masyarakat kepada Pemerintah Kota (Pemko) Palembang.

Hasil reses ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Palembang ke-11 Masa Persidangan I Tahun 2023, yang membahas Laporan Reses Masa Persidangan I Anggota DPRD Kota
Palembang, Penutupan Masa Persidangan I Tahun 2023 dan Pembukaan Masa Persidangan II Tahun 2023, di Kantor DPRD Kota Palembang, (2/4/2023).

Sidang Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Palembang Zainal Abidin, dihadiri Walikota Palembang Harnojoyo dan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda.

“Aspirasi dari masyarakat lebih banyak soal lampu jalan, jalan rusak dan PDAM, ini akan kita bahas,” kata Walikota Palembang, Harnojoyo.

Lihat Juga :  Miliki Mini MPP, Pembangunan Kantor Camat Sukarame Habiskan Rp11,5 Miliar

Reses dilakukan oleh seluruh anggota dewan yang terbagi dalam Daerah Pemilihan (Dapil) 1 hingga Dapil 6, di mana keluhan warga hampir sama. Masyarakat meminta Pemko Palembang untuk memberikan pelayanan lebih baik lagi, dan mengambil langkah strategis untuk pemulihan ekonomi.

“Selain itu paling banyak lampu jalan banyak padam, jalan rusak, drainase tersumbat dan anak sungai yang kotor karena sampah,” kata perwakilan Dapil 1 Kgs Ishak Yasin.

Jalan rusak juga lampu jalan padam bisa menyebabkan kecelakaan dan aksi kriminalitas. Pemerataan ketersediaan air bersih PDAM Tirta Musi juga menjadi jadi keluhan.

Selain masih banyak yang belum tersambung dengan PDAM, warga mengeluhkan soal biaya pipa distribusi air yang dibebankan kepada masyarakat.

Lihat Juga :  Pj Gubernur Agus Fatoni Harapkan para Alumni Universitas Bidar Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

“Kami berharap ini dapat ditanggung perusahaan, harusnya warga cukup membayar pipa instalasi rumah,” katanya.

Sejak lama, pemerintah telah diminta untuk secara intensif melakukan pemerataan pembangunan agar tidak terjadi kesenjangan sosial.

“Drainase yang tersumbat juga anak-anak sungai yang penuh sampah bisa menyebabkan banjir,” kata Wakil Dapil 23 Arpani.

Reporter: Pitria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *