KRIMINALITAS

Kamera ETLE Capture Satu Juta Pelanggar Lalu Lintas

Sibernas.com, Palembang-Dalam kurun waktu 13-19 Februari 2023, Subdit Keamanan dan Keselamatan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel mencatat ada satu juta pelanggar lalu lintas di Sumsel yang tercapture kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Hal ini diungkap Kasubdit Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Sumsel AKBP Erwin Aras Genda, SIK, kepada wartawan di ruang kerjanya Rabu (29/2/2023).

Diketahui kamera ETLE hanya bisa mengcover sekitar lima puluh persen dari luas wilayah yang di ada kamera ETLE. Sehingga jika diakumulasikan jumlah pelanggaran yang termonitor kamera CCTV maupun yang konvensional sekitar 8 hingga 10 juta pelanggar lalu lintas se-Sumsel selama satu bulan.

Dari pelanggaran yang tercapture kamera ETLE, mayoritas kendaraan roda dua, yang pengendaranya tidak memakai helm 560 ribu pelanggar, berbonceng tiga 117,767 pelanggar, yang tidak memakai sheftibel bagi kendaraan roda empat 131 ribu pelanggar, kendaraan yang melawan arus 793 ribu dan yang terakhir menggunakan handphone saat berkendara 3,692 pelanggar.

Lihat Juga :  Batre Tower Dicuri, Jaringan Seluler Terganggu

“Artinya dengan tingginya angka pelanggaran ini tidak bisa dihindari pasti angka lakalantas juga tinggi. Maka upaya yang dilakukan kalau bicara lakalantas bicara keselamatan tidak bisa dilihat dari faktor pengemudi saja, akan tetapi banyak faktor yang menyebabkan terjadinya lakalantas,” katanya.

Dikatakan Erwin, faktor lain yang menyebabkan terjadinya lakalantas selain faktor pengemudi, ada faktor alam, faktor lingkungan, faktor jalan serta faktor kendaraan itu sendiri.

“Jika dilihat dari kondisi jalan di Sumsel masih jalan peninggalan zaman dahulu. Jika kita melihat jalan yang dibangun sesuai aturan adalah jalan tol. Undang-undang dibuat dulu baru jalannya. Kalau dulu jalannya yang dibuat terlebih dahulu baru Undang-undang. Sehingga banyak kelemahan kelemahan baik yang ada di jalan nasional, jalan provinsi maupun jalan kabupaten kota,” jelasnya.

Lihat Juga :  Tersulut Emosi, Pekerja Perbaikan Jalan Keroyok Sopir Feeder LRT Sumsel

Maka dari itu, kata Erwin, pihaknya dalam rapat Forum Lalu Lintas di Sumsel aktif melakukan konsolidasi bersama stakeholder terkait pemangku kepentingan. Di antaranya seluruh Kadishub, Sumsel, Kadis PUPR dan Kadinkes guna merumuskan kebijakan tentang keselamatan berlalu lintas.

Bahkan sudah ada Perpres Nomor: 1 tahun 2022 tentang rencana umum nasional keselamatan, dalam hal ini pemerintah sudah mengagendakan lima pilar.

“Untuk manajemen yang berkeselamatan itu domainnya Bappeda Kabupaten kota, pengemudi yang berkeselamatan itu domainnya kepolisian. Kami akan perketat penerbitan SIM, yang terakhir layanan kesehatan pasca kecelakaan lalu lintas dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Artinya bagaimana kalau terjadinya lakalantas, minimal angka korban meninggal dunia bisa ditekan,” katanya.

Reporter: Yola

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *