KRIMINALITAS

Office Boy Bobol Puluhan Rekening Nasabah BRI, Raup Untung Rp5,7 Miliar

Sibernas.com, Palembang-Unit Subdit II Perbankan Ditreskrimsus Polda Sumsel mengamankan pelaku penipuan dan penggelapan dalam jabatan nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Pelaku berinisial AW (35) dan VM (34) yang merupakan Office Boy dan Customer Service salah satu BRI Unit Tanjung Sakit, Kecamatan Dempo Utara, Kabupaten Lahat.

Wadir Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP I Putu Yudha Prawira, SIK, MH, mengatakan, pelaku melakukan aksi tersebut dari tahun 2020 hingga Januari 2023.

“Modus para pelaku adalah bekerja sama dengan setiap nasabah yang datang untuk melakukan pembukaan buku tabungan, namun ATM tidak diserahkan kepada nasabah dengan alasan akan ada program undian dari BRI. Pelaku kemudian menguras uang nasabah, lalu uang saldo nasabah dipindahkan ke rekening para tersangka,” ujar Putu, Jumat (24/2/2023).

Modus lain, pelaku berdiri dengan cara mencegat para nasabah dengan alasan akan membantu menyetorkan uang, tapi uang tidak disetorkan. Uang yang disetorkan ditulis manual menggunakan pena di buku tabungan milik nasabah dan bukti setor diserahkan berupa tulisan tangan dengan alasan terjadi kerusakan atau error.

“Terget para pelaku adalah orang lanjut usia dan rata-rata berkebun dan bertani, yang membuka tabungan hanya untuk menabung dan jarang mengecek saldo di dalam rekening tabungannya. Pelaku memanfaatkan kesempatan tersebut,” katanya.

Kerugian yang dialami para 70 nasabah sekitar Rp10 juta sampai Rp48 juta dengan total kerugian Rp5,7 miliar.

Lanjutnya, pada saat nasabah pergi ke bank dan akan mengambil uang, pelaku akan mengambil uang dari rekening lainnya dan akan diberikan kepada nasabah tersebut

“Jika ada nasabah yang akan mengambil uang, tersangka yang sudah mengambil uang dari tabungan korban akan dikembalikan terlebih dahulu dan akan memberikan uang yang akan ditarik oleh nasabah,” katanya.

Hal tersebut terungkap pada 30 Januari 2023, setelah anak dari nasabah milik bapaknya mengecek tabungannya tidak ada saldo. Lalu mereka mengajukan komplain ke bank dan ditelusuri hingga didapatkan dua orang tersangka tersebut.

Barang bukti buku tabungan nasabah yang ditulis menggunakan pena, 32 kartu AtM nasabah, dua kartu kredit milik para korban, SOP BRI tentang pembukaan rekening, setoran dan tarik tunai, dan laporan audit Tim Adchoc atas 7 Nasabah BRI.

Terdapat juga barang bukti hasil kejahatan pelaku berupa satu unit rumah di Jalan Karet, Kelurahan Ulu Rurah, Kecamatan, Pagar Alam Selatan, Kota Pagaralam. Satu unit ruko dua pintu beralamatkan dI Desa Ping Pumi, Tanjung Sakti, Kota Pagaralam, kebun di Desa Kerinji, dan di Desa Sukajadi, Kota Pagar Alam, serta kandang ayam kapasitas 5000 ekor di Desa Joko, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam.

Lihat Juga :  Tersulut Emosi, Pekerja Perbaikan Jalan Keroyok Sopir Feeder LRT Sumsel

Atas peristiwa tersebut para pelaku dikenakan pasal 49 Ayat (1) Huruf A Undang Undang Nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan JO 55 KUHP JO 64 KUHP dan Pasal 49 ayat (1) huruf B Undang undang nomor 10 tahun 1998 tentang peraturan atas Undang-undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan JO 55 KUHP JO 64 KUHP.

Pasal 49 ayat (1) huruf A dan huruf B Undang-Undang nlNomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.
Dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp200 miliar rupiah.

Perwakilan dari BRI Sumatera Selatan mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan melakukan verifikasi terhadap para nasabah yang menjadi korban.

“Tidak menutup kemungkinan masih banyak nasabah lain yang menjadi korban,” ujarnya.

Pihak bank juga telah memecat para pelaku dan akan melakukan ganti rugi uang para korban. Pihak bank juga mengingatakan kepada masyarakat untuk waspada jika ada modus yang sama.

“Baik buku tabungan dan ATM adalah milik nasabah dan nasabah berhak mendapatkannya,” katanya.

Reporter: Yola

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *