CAHAYA ISLAM

Dua Salat Sunah yang Tak Pernah Ditinggalkan Nabi Muhammad SAW

Sibernas.com, Palembang-Sepanjang hidupnya Nabi Muhammad SAW tidak pernah meninggalkan salah satu salat sunah. Hal itu berlaku saat beliau berada di rumah atau dalam perjalanan.

Salat sunah apakah itu? Yakni, Salat Sunah Witir dan Salat Sunah Rawatib sebelum Subuh.

Ibnul Qayyim berkata, “Rasulullah SAW di dalam safar senantiasa mengerjakan salat sunah rawatib sebelum subuh dan salat sunah witir dikarenakan dua salat sunah ini yang paling utama di antara salat sunah, dan tidak ada riwayat bahwasanya Rasulullah SAW mengerjakan sunah selain keduanya.”

Kalimat Ibnul Qayyim di atas menyebutkan bahwa kedua salat ini merupakan salat sunah yang paling utama, dimana kedua salat ini tidak pernah ditinggalan oleh Rasulullah saw, baik saat di rumah maupun saat bepergian.

Bahkan saat kedua salat sunah ini ditinggalkan, maka kita dianjurkan untuk mengqadhanya.

“Siapa yang tidur tanpa Salat Witir, atau lupa, hendaknya ia mengerjakannya pada pagi hari atau ketika ingat.” ( HR.Abu Daud dengan sanad yang shahih.)

“Siapa yang belum mengerjakan dua rakaat sebelum salat subuh, maka salatlah setelah matahari terbit.” (HR.Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani).

Sementara, Salat Tahajud disebutkan, salat sunah ini tidak pernah ditinggalkan Rasulullah saw, meski beliau dalam keadaan sakit. Aisyah menuturkan, “Rasulullah saw tidak pernah meninggalkan qiyamullail, dan jika beliau sakit, maka beliau salat sambil duduk.” (HR.Abu Daud dan al-Hakim)

Disebutkan juga dalam sebuah hadis bahwa Salat Tahajud merupakan kebiasaan orang-orang saleh semenjak dahulu. Rasulullah saw bersabda, “Hendaklah kalian mengerjakan qiyamullail, karena qiyamullail itu kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian.” (HR.Ahmad, Tirmidzi, al-Hakim, Baihaqi, Ibnu ‘Asakir, Thabrani dan Ibnu Suni).

Dan, Salat Dhuha. Salat sunah ini memiliki keutamaan yang besar, sebagaimana yang disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad saw:

Di setiap persendian seorang dari kalian terdapat sedekah. Setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah setiap tahlil (ucapan laa ilaaha illallaah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan mencukupi dari semua itu dua rakaat Dhuha yang ia kerjakan.” (HR.Muslim)

“Siapa yang keluar untuk melaksanakan Salat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan umrah.” (HR.Abu Daud)

Salat Witir adalah salat sunah yang dikerjakan pada waktu malam hari setelah waktu isya dan sebelum salat subuh.

Lihat Juga :  Syahadat Sebagai Kunci Pembuka, Untuk Seseorang Sebagai Muslim”

Rakaat Salat Sunah Witir haruslah berjumlah ganjil. Salat ini dilakukan setelah salat lainnya, seperti Salat Rarawih dan Salat Tahajud. Salat Witir memiliki keutamaan yang besar karena sepanjang hidupnya Muhammad SAW tidak pernah meninggalkan salat ini, baik saat berada di rumah atau dalam perjalanan.

Salat Witir memang bukan hal yang wajib seperti halnya salat fardu, tetapi merupakan sunah muakkadah atau ibadah yang sangat ditekankan.

Hal tersebut diperkuat dengan hadist berikut,

“Rasulullah SAW bersabda, Barang siapa takut tidak bangun di akhir malam, maka witirlah pada malam hari, dan barang siapa yang berkeingan untuk bangun di akhir malam, maka witirlah di akhir malam, karena sesungguhnya shalat pada akhir malam itu disaksikan (HR. Muslim).”

Dengan mengamalkan salat sunah di setiap hari yang kita jalankan, ditambah dengan amalan sunah seperti puasa sunah lainnya, maka tentu hari itu akan menjadi hari yang spesial, hari yang terbaik, di mana kita akan mendapatkan pahala dan rapot yang terbaik dari sisi Allah SWT. Amin.

Editor: Ferly M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.