SUMSEL

Ironis, Anak Penyandang Disabiltas di OKUS Jadi Korban Nafsu Bejat Pria Paruh Baya di Kampungnya…!

Sibernas.com, Palembang—-Pria paruh baya di Dusun I Talang Belidang Desa Pelangki Kecamatan Muaradua Kabupaten OKUS diduga mencabuli anak di bawah umur, ironisnya korban merupakan penyandang disabilitas yakni tuna rungu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Maklumatnews.com (Grup Media ini),  kejadian tersebut terjadi pada Sabtu tanggal 7 januari tahun 2023 sekira pukul 12.00 Wib.

Korban berinisial HS(15) mendatangi warung milik pelaku Matdin(58) untuk membeli makanan ringan, setelah membayar jajanannya HS pun hendak keluar dari warung milik pelaku. Akan tetapi pelaku langsung menarik tangan korban kembali ke dalam warung, pelaku pun langsung menaruh kedua tangan korban ke bagian belakang tubuh korban, lantas pelaku menindih tubuh korban sembari menutup mulut HS dengan salah satu tangannya.

Pelaku yang telah di kuasai nafsu bejatnya pun langsung meremas-remas kedua P*y* D*r* korban, selanjutnya pria paruh baya tersebut menyetubuhi korban HS.

Perbuatan pelaku ini ternyata di ketahui oleh seorang warga hingga melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua korban.

Sementara korban HS sendiri pulang menuju rumahnya dalam keadaan menangis, dan ia pun mengadu dan menceritakan kepada orang tuanya apa yang telah di terjadinya pada dirinya.

Mengetahui hal tersebut, orang tua korban pun melaporkan hal yang menimpa putrnya pada tanggal 9 januari 2023 dengan LP/B/09/I/2023/SPKT/Res.OKUS/Polda Sumsel tanggal 9 januari 2023.

Menanggapi hal itu, Wakapolres OKUS Kompol Ikhsan Hasrul SH MH di dampingi Kasat Reskrim AKP Biladi Ostin S KOM SH saat gelar Press Release pada Selasa sore (7/2/2023) mengatakan, tersangka di jerat dengan Undang-undang No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 76E Undang-undang No.35 tahun 2014 atas perubahan Undang-undang No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dan paling rendah 5 tahun penjara, atau denda sebesar 5 Milyar Rupiah.

” Turut diamankan sebagai barang bukti dalam kasus ini satu helai rok panjang bermotif batik berwarna coklat,satu helai baju lengan panjang berwarna putih dan satu buah jilbab berwarna hitam, ” terangnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumsel Ridwan Hayatudin bersama Dirut Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang (RSMP) dr Rizal Daulay mendatangi ruang VIP RSMP, pada Sabtu (05/02/2023) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kedatangan mereka didampingi Wadir Pelayanan Medis Susi Handayani dan Wadir SDM Muksin untuk melihat kondisi kesehatan bayi AR yang jari kelingking sebelah kirinya putus akibat kelalaian oknum perawat RSMP berinisial D.

“Kedatangan saya tadi, selaku Ketua PWM Sumsel bersama Dirut RSMP semacam kunjungan hibah, kunjungan empati dari kita semua,” kata Ridwan Hayatudin saat diwawancarai awak media seusai membesuk kondisi kesehatan bayi AR.

Ridwan mengatakan, keluarga pasien bayi AR sangat terbuka menerima kedatangan mereka. Sehingga terjalin komunikasi yang baik antara pihak RS Muhammadiyah Palembang dengan keluarga pasien bayi AR.

“Kedua orang tua pasien welcome, sangat menerima kejadian ini karena sudah tidak bisa dielakkan lagi. Bahkan, mereka tadi mengatakan mediasi yang lakukan mereka kita terima. Tinggal menunggu sembuh dan pulang ke rumah saja,” tambah Ridwan.

Dia mengatakan, permasalahan tersebut sudah tersebar luas. Bahkan, keluarga pasien sudah melapor kepada aparat kepolisian. Oleh karena itu, Ridwan berharap kepada penyidik untuk melakukan upaya-upaya kondusif.

“Penyidik wajib melakukan upaya kondusif, yang damai, sehingga antara kedua belah pihak yang berkaitan, pihak pasien dengan ibu D, tinggal menunggu waktu saja berdamai, dan akan terjadi pertemuan kekeluarga yang nantinya tidak sampai ke ranah hukum,” ujarnya.

Senada dikatakan oleh Dirut RSMP dr Rizal Daulay. Dia mengatakan kedatangan mereka disambut baik oleh keluarga pasien bayi AR.

“Kami didampingi Direksi bersama Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumsel berkunjung ke pasien. Allhamdulillah, bertemu langsung dengan bapak pasien. Terjadi komunikasi yang baik dari pihak rumah sakit dengan keluarga pasien,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *