KRIMINALITAS

Ibu Bayi yang Tangannya Terpotong Minta Bantuan Hotman Paris

SIBERNAS.com, Palembang-Sri Wahyuni, ibu dari bayi 7 bulan yang jarinya terpotong oknum perawat senior di RS Palembang kini mengadu ke Hotman Paris guna menuntut keadilan.

Pengacara kondang Hotman Paris akhirnya turun tangan siap menangani kasus jari bayi tujuh bulan tergunting di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Hal ini diungkap Hotman Paris dalam unggahan akun Instagram pribadinya @hotmaparisofficial, Senin (6/2/2023).

Dalam unggahan tersebut Hotman Paris mengunggah isi percakapan dengan salah satu korban bayi 7 bulan yang jari tangannya terpotong oleh perawat. Dalam isi percakapan korban meminta bantuan sang pengacara untuk menangani kasus ini dan mencari keadilan.

Sebagai ibu, Sri Wahyuni sangat tidak terima dengan malapraktik yang dialami oleh bayi mungilnya. Video yang berisi harapan Sri Wahyuni mengenai keadilan bagi anaknya diposting oleh Hotman Paris di akun instagram miliknya, Senin (6/2/2023).

“Mohon bantuan bapak Hotman Paris dalam menyelesaikan proses hukum. Saya mohon minta keadilan sama bapak, terima kasih,” ujar Sri Wahyuni.

Lihat Juga :  Akun M Banking Dihack, Uang Rp700 Juta Raib

Melengkapi postingan tersebut, Hotman Paris juga menuliskan keterangan pasal yang bisa dikenakan terhadap oknum perawat yang melakukan kelalaian fatal tersebut.

Di lain pihak, polisi juga menggelar perkara kasus jari bayi tergunting putus tersebut.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhammad Ngajib didampingi Kasat Reskrim AKBP Haris Dinzah mengatakan, pihaknya akan melakukan gelar perkara termasuk memeriksa perawat inisial D dan enam orang saksi lainnya.

“Kita akan gelar perkara dan memeriksa perawat D serta saksi. Kita akan bahas untuk menentukan unsur Pasal, hasil visum, dan penambahan alat bukti,” kata Ngajib.

Pihak kepolisian juga akan memfasilitasi mediasi antara pihak keluarga pasien bayi dengaan Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.

“Kami siap memfasilitasi mediasi,” ujar Ngajib.

Ngajib mengatakan, dirinya tinggal menunggu pihak terlapor dan pelapor. Diketahui, setelah operasi jari bayi terpotong akan menunggu 3 hari lagi, untuk melihat perkembangannya. Apakah jarinya kembali normal atau tidak.

Lihat Juga :  Oknum Dokter Lecehkan Istri Pasien Ditetapkan Tersangka

Sebelumnya, Minggu (5/2) Pimpinan Wilayah Muhamadiyah (PWM) Sumsel Ridwan Hayatuddin didampingi Direktur RS Muhammadiyah dr Rizal Daulay menjenguk bayi tersebut di ruangan perawatan.

“Kedatangan saya, selaku Ketua PWM Sumsel bersama Dirut RSMP semacam kunjungan hibah, kunjungan empati dari kita semua, dan Alhamdulilah keluarga pasien bayi sangat welcome dan sangat menerima kejadian,” ujar Ridwan.

Ridwan mengatakan, dirinya merencanakan akan melakukan mediasi terhadap keluarga pasien bayi tersebut

“Penyidik wajib melakukan upaya kondusif yang damai, sehingga antara kedua belah pihak yang berkaitan, pihak pasien dengan ibu D, tinggal menunggu waktu saja berdamai, dan akan terjadi pertemuan ke keluarga yang nantinya tidak sampai ke ranah hukum,” ujarnya.

Reporter: Yola

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.